Bagikan berita kami:

BeTimes.id – Ketua Dewan Pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Bekasi Ferdinand Montororing, kecewa dengan statement Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik.

Pasalnya, beberapa hari yang lalu politisi partai Gerindra itu memberikan statement dibeberapa media massa tentang proses pencairan dana hibah, kerja sama Tempat Pembungan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, dinilai berlebihan. Hal ini disampaikan Ferdinand kepada bekasitimes.id, dalam WhatsApp-nya, Minggu (21/10).

Menurutnya, statement yang diutarakan Muhamad Taufik kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membuata dirinya mendukung penuh langkah Walikota Bekasi Rahmat Effendi, untuk mengkaji kembali terkait kerjasama TPST Bantargebang.

“Dengan statement seperti itu saya menilai Mohamad Taufik itu arogan, dan menambah kebencian warga Kota Bekasi. Sikap arogan Wakil Ketua DPRD DKI, seakan – akan Kota Bekasi untuk tempat sampah dan kotoran Pemprov DKI,” kata Ferdinand.

Ferdinand, yang juga dosen ilmu hukum di Universitas Mpu Tantular Jakarta mendukung sikap tegas Walikota Bekasi untuk menutup akses truk sampah DKI, agar tidak masuk Kota Bekasi.

“Kemitraan yang sudah terbangun selama jaman Gubernur Ahok dengan Pemkot Bekasi sangat baik. Namun setelah berganti kepemimpinan sepertinya tidak pernah berunding dengan Pemkot Bekasi,” jelasnya.

Fenomena yang pernah terjadi kata Ferdinand, warga Kota Bekasi sudah pernah menolak masuknya sampah DKI, karna dampak pencemaran lingkungan yang luar biasa. Apalagi bau busuk bisa mencapai radius 5 km.

“YLBH Bekasi sendiri sedang melakukan survei AMDAL atas masuknya sampah DKI ke TPST Bantargebang Kota Bekasi,” tutupnya. (tgm)


Bagikan berita kami:

By admin1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *