Pemkab Bekasi Terima Bantuan Bencana Banjir Dari Pemprov Jabar

Peristiwa52 Dilihat

BeTimes.id-Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menerima bantuan bencana banjir dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Komunitas Jabar Bergerak  di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/1). Bupati didampingi Muspida dan Perangkat Daerah

“Atas nama masyarakat Kabupaten Bekasi, saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, yang telah peduli dan memberikan bantuan kepada masyarakatnya,” ucapnya.

Wilayah Kabupaten Bekasi yang terdampak banjir berdasarkan laporan yang diterima, 90% kondisinya sudah berangsur surut. “Sungai-sungai sudah mulai dangkal. Meluapnya sungai itu, dari 7 Kecamatan ke 14 Kecamatan. Kita sudah berkoordinasi dengan semuanya, melakukan evakuasi dan bantuan langsung pada malam kejadian,” jelas Eka, kepada Kang Emil.

Dikatakan, Kecamatan Tambun Selatan paling parah terdampak banjir.Seharusnya di wilayah tersebut dibuat jembatan dan bukan hanya gorong-gorong. Hal itu, diakui mempersulit proses penyerapan karena debit air semakin bertambah.

“Alhamdulillah  hari ini sudah mulai surut. Kita terkendala, di Kalijambe itu terhalang tol. Harusnya dibuat jembatan agar mampu menampung, sehingga air meluap ke tol,” terangnya. Seperti yang kita ketahui, status tanggap darurat bencana telah ditetapkan Emil hingga sepekan ke depan.

Emil juga melakukan rapat koordinasi untuk mengecek penanganan yang telah dilakukan  Pemerintah Kabupaten Bekasi. “Saya turut prihatin. Karena, jika dilihat dari BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika) jadi ada pusaran topan, yang membuat hujan besar saat itu. Pada tanggal tersebut, sedang berada di Jawa sisi Barat, sekarang sudah bergerak,” ungkap Emil.

Kang Emil yang didampingi isteri, Atalia Praratya menyampaikan, beberapa wilayah di Jawa Barat  telah ditetapkan sebagai status tanggap darurat bencana di antaranya, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Karawang.

“Saya menghimbau kepala daerah tetap sigap. Musim hujan masih baru mulai, jangan sampai  lengah. Hujan besar itu kategorinya 100 mm, kemarin itu, 4 kali lipat. Semua gorong-gorong, tanggul dan lainnya,  tidak di design untuk 4 kali dari maksimal. Mungkin bisa menjadi perhatian,” tegasnya.

Dikatakan,akan melaporkan ke pusat,  bahwa kita tidak hanya membawa masalah,  tapi  membawa solusi. Laporan paling lambat Selasa, bisa saya terima. Untuk Kabupaten/Kota yang terdampak, nantinya akan menjadi satu paket solusi Jawa Barat,” tambahnya. (hem)

Komentar