Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi Pdt Banner Siburian.MTh  Resmikan Tahun Zending

Peristiwa499 Dilihat
BeTines.id-Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi Pdt.Banner Siburian.MTh meresmikan tahun Zending 2020 sekaligus melantik Panitia Tahun Zending dalam ibadah syukur tahun baru (awal tahun) di HKBP Setia Mekar, Kota Bekasi, Senin (27/1).
Praeses Banner Siburian dalam pelantikan itu, menekankan agar dalam pelayanan di tahun zending ini dapat menyentuh dan bisa dirasakan secara menyeluruh. Karenanya, panitia harus bekerja keras agar bisa sukses menjalankan tugas yang berat ini. Diharapkan, semua jemaat ikut mendukung hingga target sesuai program bisa terwujud.

Dalam kotbahnya, Pdt.Banner Siburian.MTh mengatakan, zending bukan yang pertama dan bukan pekerjaan sekali saja.  Tetapi secara terus menerus pekabaran injil harus dilakukan hingga akhir zaman.

Momentum zending mengingatkan kita bahwa dalan pelayanan, harus menghargai  kerifan lokal. Sehingga,  dalam berinteraksi dengan lingkungan harus melihat kondisi sekitar. Sedangkan para pemberita injil, hendaklah menyatu dan terus bersosialisasi, sehingga tidak ada kesan bahwa kehadiran injil bertujuan memperbanyak umat kristen. “Tujuan pekabaran injil, bukan kuantitas, tetapi kualitas iman,” katanya,
Dengan tema: Reposisi Pekarbaran Injil HKBP,  diharapkan dapat diterima. Perlu diketahui,  pekabaran injil di tanah batak, juga tidaklah mulus. Banyak tantangan pemberita injil, bahkan hingga pembunuhan. Pada gelombang pertama, penginjil datang dari Inggris, tetapi ternyata gagal. Demikian juga pada gelombang kedua, datang dari Amerika, namun penginjil itu bukan hanya gagal, tetapi malah tragis dengan pembunuhan.
Barulah gelombang ketiga dari Jerman, penginjilan  berhasil karena pemberita injil lebih dulu mempelajari budaya dan bahasa batak. Walau tetap ada tantangan, tetapi pekabaran injil itu bisa diterima. “Mereka lebih dulu memahami bahasa dan pilosofi bangsa batak. Tuhan mengirimkan anak-anaknya ke tanah batak hingga kekristenan bertumbuh di sana. Kegagalan yang dialami pendahulunya, menjadi pelajaran bagi misionaris dari Jerman hingga akhirnya berhasil,” katanya.
Praeses menekankan agar semua pelayan bisa berhikmat. Bagaimana kita menyanyikan lagu pujian di negeri orang.  Di tengah kemajemukan harus mampu memberikan kesejukan, sehingga tidak ada anggapan kita ingin mengkristenkan yang lain. Karena tujuan penginjilan adalah kualitas keimanan.
Dikatakan, zaman Nomensen menebarkan firman Tuhan di tanah batak, banyak tantangan. Bahkan, ketika Nomensen  yang dikenal sebagai Rasul orang batak menjalankan missinya,  banyak orangtua yang dihantui  penyakit. Penyakit itu dinamakan ‘Rojan’, atau sakit begu (hantu) dan banyak yang mati mendadak. Namun berkat pencerahan Nomensen, masyarakat diyakinkan bahwa penyakit itu hanyalah muntah berak (muntaber) yang bisa diobati. Dan sesuai dengan petujuk Nomensen, secara bertahap orangtua yang sakit bisa sembuh dengan minum air garam. Nomensen membawa pencerahan bahwa penyakit itu adalah mumen, bukan karena hantu sebagaimana diyakini banyak orang saat itu. 
Menyinggung tahun zending ini, dikatakan semua  pelayanan mulai SKM, remaja, pemuda dan kategorial yang lain haruslah ada muatan diakonia. Bagaimana sekolah minggu (SKM)  berdiakonia. Mereka harus diajarkan berbuat kepada sesama, sehingga kelak apa yang diinginkan gereja, bisa terwujud.
Benner mencontohkan di kampung halaman, jika memotong ayam, maka  daging yang sudah dimasak itu, selalu diusahakan memiring (memberikan sebagian kepada tetangga) sebagai bentuk berdiakonia.
Maka dalam tahun zending ini, harus hidup berdiakoni.  Momentum zending ke kalangan muda agar mereka  memahami.
Maka, diharapkan Panitia yang sudah terbentuk dan dilantik segera menjalankan tugasnya dengan melibatkan semua gereja HKBP di Distrik XIX. Apa yang sudah diprogramkan, bisa tercapai, katanya.  Dan dengan menekan tombol sirene, maka resmi pula tahun zending 2020 dan Panitianya memulai tugasnya. (hem)

Komentar