JPU Tuntut Mati, PN Bekasi Vonis Kurir Narkoba 200 Kilogram 18 Tahun Penjara

Hukum475 Dilihat

BeTimes.id — Pengadilan Negeri (PN) Bekasi vonis kurir narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi sebanyak 200 kilogram dengan masing-masing 18 tahun penjara, subsider 6 bulan penjara, Kamis (30/1/2020).

Terdakwa Agus Fajar Nugroho, Zulham Ciputra alias Julham dan Erwandi alias Dabo, sebelumnya ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) karena membawa 200 kilogram narkoba jenis sabu, ekstasi, asal Malaysia.

Pantauan bekasitimes.id, sidang yang dipimpin ketua majelis hakim PN Bekasi Rakhman Rajagukguk dan dua orang anggota hakim (Tonggani dan Yusrizal) menyakini bahwa para terdakwa telah melanggar UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Alasannya, kata ketua majelis hakim, para terdakwa mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Menurut majelis hakim, terdakwa dijatuhi vonis 18 tahun karena mereka hanya sebagai kurirnya.

Selain itu lanjut dia, para terdakwa menerima membawa barang haram tersebut karena desakan ekonomi, yang dijanjikan sebanyak Rp5 juta masing-masing (namun belum diterima).

Ke-tiga terdakwa tersebut sebelumnya ditangkap BNN di kawasan Bekasi pada Jumat 10 Mei 2019 (malam).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi Pramana Syamsul Ikbar dan Jeny sebelumnya menuntut para terdakwa dengan hukum mati.

Menurutnya, para terdakwa telah melanggar pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 (1), pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Pramana dan Jeny berencana akan melakukan upaya banding dengan putusan hakim tersebut.

Berita sebelumnya, BNN menyita 200 kilogram narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi, asal Malaysia. Penyitaan dilakukan usai BNN melakukan penggerebekan rumah  di kawasan Bekasi pada Jumat 10 Mei malam.

“Pada hari Jumat sekitar pukul 19.00 WIB, BNN berhasil menangkap dua tersangka atas nama Zulham dan Fajar dengan barang bukti 200 kilogram narkoba,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari di Jakarta Pusat, Minggu (12/5/2019).

Penangkapan bermula saat tim BNN menerima info akan terjadi transaksi narkotika di wilayah Bekasi. Dari hasil penyelidikan mencurigai sebuah truk yang berasal dari daerah Pekanbaru, Riau. (tgm)

Komentar