GAMKI Ingatkan Bahaya Radikalime dan Ekstrimisme

Politik525 Dilihat

BeTimes.id – Ketua Umum Dewan Pimpina Pusat  Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) Willem Wandik mengatakan,  tantangan terbesar bangsa ini bahaya radikalisme dan ekstrimisme.

Selain itu, masalah intoleransi terhadap keyakinan menjalankan ibadah, masalah bencana alam dan kerusakan ekosistem hutan, terutama ancaman terhadap masyarakat adat dan masalah perekonomian nasional menjadi serius yang harus disikapi Pemerintah dengan baik.

Wandik juga menyayangkan, masalah rasisme terhadap entitas Melanesia Papua sampai saat ini masih mengental di negara yang menjunjung kemajemukan.  Jika hal ini tidak diatasi dengan baik, maka lambat laun akan menyebabkan potensi disintegrasi bangsa.

Diakui Wandik,  di era milenial  setiap orang dapat mengekspresikan “ketidaksukaannya” terhadap sesuatu hal melalui media sosial seperti facebook, twitter, dan lainnya. Penggunaan media sosial untuk menyalurkan ketidaksukaan berpotensi memicu perseteruan dalam skala nasional yang kemudian membahayakan integrasi sosial dan kedamaian di masyarakat.

Diakui Willem, negara tidak mampu mencegah penyalahgunaan media sosial ini, sekalipun lembaga penegak hukum telah diberikan tugas untuk menegakkan hukum sipil.

“Wacana tentang toleransi tidak bisa sekedar disampaikan sebagai himbauan moral semata, tetapi wajib diperjuangkan sebagai norma bersama yang sifatnya mengikat,” tegas Wandik kepada wartawan, Jakarta, Senin (10/2).

Dikatakan,  setelah GAMKI menggelar Rakernas di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 31 Januari sampai 2 Februari lalu, akan dapat  merekomendasikan sejumlah isu nasional yang telah dihasilkan dari Rakernas GAMKI ke Presiden Joko Widodo. (Ral)

Komentar