Dua Mahasiswi Asal Bekasi, Dikembalikan Ke Rumah Setelah 14 Hari Dikarantina

Hukum377 Dilihat

BeTimes.id-Dua mahasiswi asal Kabupaten Bekasi, Husnia dan Mursela kembali ke rumah setelah selesai mengikuti  karantina selama 14 hari di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Bersama 238 lainnya, mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (15/2) sore.

Sebelumnya, keduanya diketahui di Wuhan, China  sedang menjalani beasiswa pertukaran mahasiswa di Ibu Kota Provinsi Hubei. Namun, setelah merebaknya Virus Coronavirus Disease (Covid-19) beberapa waktu yang lalu,  mereka dijemput.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny yang turut mendampingi Husnia dan Musela, meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keduanya, karena peserta observasi sudah mendapatkan proses penyaringan (screening) yang dilakukan Pemerintah Pusat. “Mereka  masuk ke Indonesia dari Wuhan,  sudah dalam kondisi sehat. Terkait virus corona sudah negatif. Nanti baru masuk ke Indonesia. Artinya kita hanya menjaga saja, takut terjadi sesuatu, makanya dikarantina selama 14 hari. Selebihnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan,”jelasnya.

Secara  keseluruhan sehat. Bisa beraktifitas seperti biasa. Sehat walafiat dan telah memiliki sertifikat sehat  dari Kemenkes,” ujarnya.

Husnia mengungkapkan sangat senang dapat berkumpul dengan keluarga. Selama di karantina diperlakukan dengan baik, dari segi fasilitas, makanan dan kegiatan selama masa observasi. “Kepada pihak Pemerintah saya berterimakasih kepada KBRI Beijing, juga Kemenkes, Bapak TNI yang menemani kita selama 14 hari, Bapak Dandim, Ibu Dinkes Kabupaten Bekasi, sampai saat ini saya sehat. Saya sampai di rumah ini dengan sehat walafiat,” pungkasnya.

Anak bungsu dari 6 bersaudara ini mengaku, akan melanjutkan skripsinya di UNESA, Surabaya. Diketahui, Husnia saat kejadian mewabahnya Covid-19, sedang menjalani pertukaran mahasiswa di Central China Normal (CCN) University. “Saya mengikuti exchange, selama enam bulan. Sebetulnya sudah membeli tiket untuk tanggal 2 Februari untuk pulang. Jadi sebetulnya di sana juga sudah selesai kuliahnya,” tambahnya.

Sementara itu, Mursela, mahasiswi Universitas Mercu Buana yang  ditemui di kediamannya menuturkan,  ia mengikuti pertukaran mahasiswa jurusan Teknik Industri. Sedangkan Mursela, menjalankan pertukaran mahasiswa di Wuhan of Technology University. “Rencananya sampai Juni masih di Wuhan, masih ada perjanjian. Untuk sementara, perkuliahan dilakukan secara online,” imbuhnya.

Warga Kecamatan Cikarang Selatan ini  agar dievakuasih negaranya. Selain itu, Ketua RW 01, Kecamatan Cikarang Selatan, Sudarja tempat Mursela tinggal, bersyukur bahwa warganya telah kembali dengan selamat dan sehat. Masyarakat tidak perlu khawatir. (hem)

Komentar