Pdt.Gomar Gultom: Masalah Keadilan Sosial Juga akan Memicu Radikalisme

Hukum387 Dilihat

BeTimes.id – Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom mengingatkan, jangan melihat persoalan radikalisme hanya persoalan agama, namun persoalan ketidak adilan sosial juga harus dipertimbangkan dan dapat memicu perpecahan bangsa.

“Di dalam Pancasila masalah keadilan sosial disinggung lebih dari dua kali. Artinya masalah ini yang harus diperhatikan,”ujar Gomar pada saat menerima Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila (DPP GPP), di Graha Oikumene, Salemba, Jakarta, Jumat (13/2).

Dikatakan, masalah ketidak adilan tidak bisa dipandang sebelah mata karena berdampak bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengakibatkan jurang ketimpangan antara yang kaya dan miskin semakin tajam.

Menurutnya, semakin tajamnya jurang ketidak adilan, maka akan menjadi pintu masuk benih radikalisme. “Apalagi sekitar 40 persen penduduk kita tuna Pancasila. Tidak mengetahui ideologi Pancasila. Betapa besarnya jumlah tersebut. Bisa dibayangkan 20 tahun seperti apa bila jumlah tersebut bila tidak ditangani dengan baik,”jelas Gomar.

Sebesar 40 persen adalah generasi muda 3 tahun lahir sesudah reformasi tahun 1998, tidak diberi pemahaman tentang Pancasila. “Mereka sekarang berusia sekitar 30 tahun, bisa dibayangkan apa yang terjadi 20 tahun ke depan,”kata Gomar.

Bahkan, kata Gomar, kini masalah sektarian sudah semakin tajam dan memasuki dunia pendidikan. “Saya dulu di sekolah Kristen mayoritas siswa beragama Islam hal biasa. Bahkan waktu saya di SMA di PSKD, siswa mayoritas beragama Islam. Tapi kini hampir tidak ada siswa beragama Islam masuk di pendidikan Kristen. Bahkan sekolah Islam juga tidak ditemukan siswa beragama Kristen,”pungkasnya.

Ketua Umum DPP GPP Antonius Dieben Robinson Manurung mengatakan, perlunya PGI memberikan masukan terhadap GPP bagaimana membumikan Pancasila di tengah ideologi bangsa yang semakin tergerus.

“Dengan masukan dari PGI kami GPP akan semakin menambah nutrisi secara spritual dalam membumikan Pancasila yang berdasarkan ideologi Pancasila Bung Karno 1 Juni 1945,” ujar Anton, didampingi Sekjen Bambang Kanumoyoso, Jajaran DPP GPP dan DPD GPP DKI Jakarta dan Banten.[RAL]

Komentar