Disperin Kabupaten Bekasi Gelar Pelatihan Terhadap 80 Pelaku IKM

Pendidikan220 Dilihat

BeTimes.id-Dinas Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bekasi terus berupaya meningkatkan mutu dan daya saing Industri Kecil Menengah (IKM), sehingga kelak produk-produknya mampu bersaing dan unggul di pasaran.

Untuk itu, secara bertahap para pelaku usaha IKM dilatih di Hotel Grand Cikarang, Rabu (19/2). Sebanyak 80 pelaku IKM dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Bekasi mengikuti pelatihan dengan Tema “Pemberdayaan IKM melalui program E-Smart dalam rangka menciptakan iklim usaha yang kondusif guna memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bekasi yang berdaya saing menyongsong Revolusi Industri 4.0 (Four Point Zero)”.

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi Peno Suyatno yang membuka resmi pelatihan ini, mengatakan ke depan para pelaku usaha IKM harus mampu bersaing. Selain harus meningkatkan mutu produksinya, juga pemasarannya semakin luas. Dan di era digital ini, pemasarannya lewat online, sehingga bisa menjangkau seluruh daerah. “Para pelaku IKM harus semakin maju dan bisa memahami internet karena di era digital, memanfaatkan teknologi demi kemajuan usaha. Maka, dengan berbagai pelatihan, diharapkan mereka akan mampu bersaing dalam pemasaran hasil produknya,” katanya. 

Diakui, kalau selama ini pemasarannya dengan sistem lama, maka ke depan, pemesan atau konsumen cukup membeli lewat online. “Mereka harus semakin maju dan pemasarannya semakin meluas, sehingga penghasilan pelaku usaha itu semakin meningkat pula,’ katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan dan Promosi IKM pada Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi Muhammad Ridwan mengatakan, pelatihan ini bertujuan demi meningkatkan kualitas produk guna hingga dapat berdaya saing dan pemasarannya.”Para pelaku IKM ini, mendapat pelatihan dari nara sumber yang mumpuni dengan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya menggandeng aplikasi onlone dengan tujuan agar para pelaku IKM nantinya bisa memasarkan produknya melalui aplikasi online yang tersedia. Apalagi menghadapi persaingan di revolusi industri 4.0 ini, tentu harus dirancang sistematis.
“Apalagi di era digital 4.0, semua barang bakal dijual bebas, sehingga harus disiasati melalui berbagai pelatihan kepada pelaku IKM, sehingga kelak siap bersaing dengan produk yang menjadi unggulannya,” katanya.

Untuk menghasilkan produk unggulan dengan kualitas yang baik, IKM daerah ini tidak kalah dengan daerah lain. Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi menggandeng Kementerian lantaran memiliki kesamaan program. Bahkan menghadapi Four Point Zero, pelaku IKM di daerah ini, harus sudah memiliki label di produknya.”Para pelaku IKM akan didorong, agar tiap produknya memiliki lisensi maupun label nomor produksinya,” katanya.

Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi, akan terus memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku IKM agar selalu siap bersaing terutama produk yang sudah memiliki lisensi SNI maupun label halal.

Dalam pelatihan ini, narasumber yang dihadirkan dari Ditjen Industri Kecil, Menengah. Para pelaku usaha IKM mendapatkan pemahaman dari sisi regulation revolusi industri 4.0 dan program e-smart IKM, sedangkan perbankan (BJB) dari sisi pinjaman permodalan.

Sementara itu, Kepala Seksi Wasdal pada Dinas Perindustrian Puji Nugraha mengatakan, pelatihan ini untuk pertumbuhan usaha bagi hingga lebih berdaya saing. Sebanyak 80 pelaku IKM dengan berbagai jenis produknya, seperti makanan dan minuman. Dari Perbankan yaitu Bank Jabar Banten (BJB) juga diundang agar bisa memberikan permodalan. (hem)

Komentar