Ketua MPR: Pancasila Landasan Hidup Bersama

Politik297 Dilihat

BeTimes.id – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo mengatakan, ketimbang mempersoalkan pendirian rumah ibadah, lebih baik gereja fokus pada persoalan kemiskinan, penegakan hukum, pengangguran, dan pendidikan yang masih minim dan masih mengemuka di bangsa ini.  

“Sudah Kuno bila ada pihak-pihak yang masih memperdebatkan perbedaan,” kata Bambang Soesatyo, pada acara pembukaan Persidangan Sinode Tahunan (PST) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Tahun 2020, di Hotel Aston, Bogor, Jawa Barat.

Persidangan Sinode Tahunan (PST) ini berlangsung sampai Jumat (29/2). Dalam pembukaan PST, Bamsoet, panggilan Bambang Soesatyo memukul gong dibukanya PST.  GPIB akan melakukan evaluasi program kerja 2019-2020, membuat program kerja dan rencana anggaran 2020-2021, serta isu-isu penting yang berkaitan dengan pelayanan GPIB.

Menurutnya, harusnya tidak ada lagi orang yang meributkan pembangunan gereja atau rumah ibadah. Pasalnya, hal itu persoalan pribadi antara individu dengan Tuhan.

“Yang ada harusnya saling membantu dan mengembangkan toleransi,”ujar Bambang.

Seharusnya bangsa ini senang dan bangga berada di bumi Indonesia yang memiliki benih-benih toleransi sejak dulu.

“Hal itu juga diperkuat dengan keberadaan Pancasila sebagai pengikat kehidupan sosial kita. Praktek hidup bertoleransi ini sudah ada sejak ratusan tahun silam. Juga kita sepakat bahwa Indonesia bukan negara agama, dan Pancasila sebagai landasan hidup bersama,”tukasnya.

Dikatakan, kemerdekaan beragama menjadi dasar tercipta kerukunan dalam masyarakat. Namun, kebebasan bukan tanpa batas. Batas yang dimaksud adalah dengan memberi kebebasan kepada pihak lain untuk memeluk agamanya sendiri.

“Dengan kata lain, tidak boleh ada pemaksaan dalam memeluk agama,” ucapnya.

Dia meminta para calon Kepala daerah yang bertarung di Pilkada 2020 untuk tidak menggunakan isu-isu agama dalam mendapatkan dukungan dari rakyat.

“Atau menghina kelompok satu demi kepentingan kelompok lain. Kini saatnya kita mempropagandakan hidup damai dan membangun kesepahaman. Bukan saatnya menghabiskan energi,” tuturnya.

Tampak handir dalam PST Sinode GPIB yakni Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana PST GPIB Pdt. Sonya Medyarto menjelaskan, Musyawarah Pelayanan 2 Jawa Barat berdasarkan Keputusan Persidangan Sinode Tahunan 2019 di Denpasar, Bali, pada tahun 2019.

Hadir pembicara PST GPIB, di antaranya mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (GPIB) Pdt. Dr Andreas A Yewangoe, Andy Zain, Prof Jhon Titaley, Pdt Rasid Rahman, dan Pdt Eben Nubantimo. (Ral)

Komentar