Sahat juga menitipkan harapan agar PBNU terus menjadi tumpuan dalam mengayomi masyarakat lintas iman. “Kadang agak sulit bertemu Menteri Agama, jadi kami mengadu kepada Ketum PBNU. Kami percaya PBNU bisa menjadi penjaga kompas kebangsaan kita,” tandasnya.
Sahat menegaskan komitmen GAMKI terhadap empat pilar bangsa dalam singkatan PBNU. “PBNU, bagi kami, adalah simbol dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Nilai-nilai inilah yang akan terus kami gaungkan di daerah-daerah,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyambut langsung rombongan DPP GAMKI yang dipimpin oleh Sahat Martin Philip Sinurat. Keduanya membahas sejumlah isu aktual, seperti intoleransi, perizinan rumah ibadah, keadilan lingkungan, serta pentingnya membangun norma bersama berbasis nilai-nilai Pancasila. (ralian)
Komentar