BeTimes.id– Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) dengan penuh keprihatinan mengikuti perkembangan situasi kebangsaan akhir-akhir ini. Gelombang unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah, hingga menelan korban jiwa, merupakan ungkapan kekecewaan rakyat terhadap kondisi bangsa yang berat.
Kenaikan harga kebutuhan pokok, turunnya penghasilan masyarakat, dan semakin sulitnya lapangan pekerjaan telah menambah beban hidup rakyat kecil. Di tengah situasi tersebut, kebijakan yang diputuskan oleh para pemimpin politik, termasuk DPR, justru menimbulkan kesan kurangnya kepekaan terhadap situasi dan penderitaan rakyat.
Hal ini dikemukakan pernyataan sikap Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Pdt Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si dalam keterangan persnya kepada wartawan, Sabtu (30/8).
Menurut Rumambi, aksi unjuk rasa memperdalam jurang antara aspirasi rakyat dan sikap elit politik. Gereja memandang bahwa suara rakyat melalui demonstrasi adalah bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihargai dan ditanggapi dengan bijaksana, bukan dengan tindakan yang menimbulkan korban dan memperlebar luka sosial.
GPIB Sebagai gereja yang hadir di tengah dinamika kebangsaan, lanjut Rumambi, kami menyatakan bahwa tugas gereja adalah menghadirkan damai sejahtera Allah di tengah masyarakat, serta mengingatkan bahwa kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan dengan rendah hati, adil, dan berpihak pada kehidupan bersama.
Komentar