Didakwa Terima Rp 809 miliar Pengadaan Laptop Chromebook, Nadiem: Tidak Sepeser Pun Saya Terima

Hukum, Uncategorized424 Dilihat

Sejak awal menerima tawaran menjadi menteri, Nadiem sudah memahami akan adanya risiko dari jabatan yang diembannya, bahkan bisa saja dikorbankan.

Nadiem mengatakan, walaupun selama lima tahun menjabat menteri sejak 2019-2024 sudah membangun berbagai platform teknologi untuk membantu kepala sekolah, guru, dan murid mengenal dunia baru pembelajaran di era teknologi, ia merasa lengah dalam mengantisipasi adanya resistensi terhadap perubahan tersebut.

”Bersama saya, anak-anak muda yang idealis dan berani masuk ke dalam kementerian penuh dengan semangat tanpa menyadari perlawanan sengit yang akan kami hadapi. Ternyata dengan mengutamakan transparansi dan teknologi, banyak sekali pihak lama merasa dirugikan, merasa terancam,” ujar Nadiem.

Nadiem juga mengaku heran dengan tuduhan dirinya menerima uang dari kasus korupsi tersebut. Pasalnya, selama lima tahun menjadi menteri, kekayaannya justru menyusut. Bahkan, ketika menjadi menteri ia telah melepaskan jabatan tinggi di PT AKAB dengan kehilangan jumlah gaji yang besar.

”Kekayaan saya hanya ada satu sumber utama, yaitu nilai saham saya di PT AKAB. Peningkatan surat berharga di LHKPN 2022 murni disebabkan harga saham GoTo yang melambung saat IPO ke kisaran harga Rp 250-Rp 300 per saham. Jadi, kekayaan saya tercatat di tahun 2022 sebesar Rp 4,8 triliun. Di tahun 2023, saat kisaran harga saham GoTo drop sehingga total kekayaan saya pun turun drastis ke Rp 906 miliar. Di tahun 2024, di mana kisaran harga GoTo drop lagi ke Rp 70-Rp 80 per saham, kekayaan saya turun lagi ke Rp 600 miliar,” tutur Nadiem.

Komentar