Selain itu, Dinas Perdagangan juga menjalankan program Operasi Pasar Bersubsidi atau OPADI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bentuk paket sembako bersubsidi guna membantu masyarakat terdampak kenaikan harga selama Ramadan.
“Melalui OPADI, masyarakat dapat memperoleh paket sembako senilai kurang lebih Rp120 ribu hanya dengan membayar sekitar Rp50 ribu karena adanya subsidi lebih dari 50 persen, sehingga beban pengeluaran rumah tangga dapat ditekan secara signifikan,” jelas Helmi Yenti.
Dalam upaya menjaga kesinambungan pasokan, koordinasi intensif juga dilakukan dengan daerah produsen seperti Garut untuk komoditas cabai serta Subang untuk telur dan daging ayam, termasuk membuka alternatif pasokan dari luar Pulau Jawa apabila dibutuhkan guna menjaga stabilitas distribusi.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan, karena itu kami harus bersinergi dengan produsen, distributor besar, serta aparat penegak hukum untuk mencegah penimbunan dan memastikan harga tetap sesuai ketentuan HET maupun HAP,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa pengawasan lapangan dilakukan bersama aparat kepolisian melalui Satgas Pangan guna menindak tegas segala bentuk pelanggaran seperti penimbunan atau praktik spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat luas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying karena stok bapokting, termasuk LPG 3 kilogram, sangat mencukupi selama Ramadan hingga Idulfitri, sehingga belanjalah secukupnya agar stabilitas harga tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar,” pungkasnya. (***)






Komentar