Pistol Mainan dan Linggis: Modus Komplotan Rampok Gasak Rp130 Juta dari SPBU Babelan

Hukum22 Dilihat

BeTimes.id– Polisi mengungkap modus operandi komplotan perampok yang membobol brankas berisi uang hasil penjualan di SPBU 34.17604, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (10/3) dini hari.

Dalam aksinya, para pelaku merusak kamera pengawas (CCTV) dan menyekap sejumlah karyawan sebelum menggasak uang ratusan juta rupiah.

Kapolsek Babelan, Komisaris Wito, mengonfirmasi bahwa para pelaku sengaja merusak perangkat Digital Video Recorder (DVR) CCTV untuk menghilangkan jejak aktivitas mereka.

Berdasarkan penyelidikan sementara, aksi tersebut diduga dilakukan oleh empat orang.”CCTV dirusak sama mereka, DVR-nya, agar tidak terekam,” ujar Wito saat dikonfirmasi, Selasa (10/3).

Para pelaku diduga masuk ke area SPBU melalui bagian belakang dengan memanjat pagar menggunakan tangga. Setelah berhasil masuk, mereka menuju mess karyawan dengan cara merusak pintu dan langsung mengancam para pekerja yang sedang beristirahat.

Wito mengungkapkan bahwa para pelaku membekali diri dengan berbagai senjata untuk menakut-nakuti korban.”Mereka membawa pistol mainan, pedang, dan linggis untuk mencongkel brankas,” jelasnya.

Aksi kekerasan pun sempat terjadi saat salah satu korban berinisial M (62) mencoba melawan. Akibatnya, M mengalami luka pada tangan kiri sebelum akhirnya dilumpuhkan. Korban lain, B (49), juga mengalami kekerasan fisik berupa tendangan dan pukulan.

Sementara itu, tiga karyawan lainnya A (24), M (44), dan H (53) ditutup kepalanya menggunakan selimut, lalu tangan dan kaki mereka diikat menggunakan kabel, lakban, serta tali rafia.

Kerugian Mencapai Rp130 Juta setelah melumpuhkan seluruh saksi, para pelaku membobol brankas menggunakan linggis.

Proses eksekusi tersebut berlangsung sekitar 30 menit sebelum komplotan ini melarikan diri.”Perkiraan uang yang diambil sekitar Rp100 juta sampai Rp130 juta. Tidak ada barang lain yang hilang,” tambah Wito.

Secara terpisah, Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni menyatakan bahwa laporan perampokan ini diterima melalui layanan Call Center Polri 110 pada pukul 03.20 WIB.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.”Kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas pelaku serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian,” pungkas Sumarni. (ralian)

Komentar