Rincian Armada dan Anggaran
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa dari total 744 bus yang disiapkan, 660 unit dibiayai oleh APBD DKI Jakarta. Sementara itu, 84 unit lainnya merupakan dukungan CSR dari BUMD dan perusahaan swasta.
“Untuk arus mudik kami siapkan 400 unit bus dengan kapasitas 18.813 penumpang. Sedangkan untuk arus balik tersedia 344 unit bus berkapasitas 16.199 penumpang,” kata Syafrin. Selain bus penumpang, Pemprov DKI juga telah memberangkatkan truk pengangkut 388 sepeda motor dari Terminal Pulogadung untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan.
Program tahun ini juga menunjukkan inklusivitas dengan menyediakan enam unit bus khusus penyandang disabilitas yang didukung oleh Bazis DKI Jakarta. Syafrin memastikan seluruh armada telah melalui ramp check dan para pengemudi telah menjalani pemeriksaan kesehatan komprehensif.
Dukungan Elemen Masyarakat
Di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi turut ambil bagian dalam memfasilitasi pemudik. Wakil Ketua Hukum dan HAM DPC PDI-P Jakarta Timur, Gilbert Pasarsibu, bersama Doni Alfrian, turut mendampingi keberangkatan 328 warga Jakarta Timur dari Monas.
“Pendaftaran sudah kami tutup sejak 26 Februari. Jalur terjauh yang kami fasilitasi mencapai Palembang, Sumatera Selatan,” jelas Gilbert.
Selain di Monas, pelayanan mudik juga diperkuat dengan adanya Posko Kesehatan dan Mudik di Terminal Terpadu Pulo Gebang yang dikoordinasikan oleh pengurus DPC PDI-P Jaktim, Rani Surentu dan Romy Jiwaperwira. Posko ini beroperasi 24 jam hingga 24 Maret 2026 dengan menyiagakan dokter, tenaga medis, serta armada ambulans untuk melayani para pemudik. (ralian)








Komentar