“Terkait perintah siapa, kami masih mendalami melalui pengumpulan saksi dan bukti-bukti yang ada. Kami pastikan proses hukum berjalan profesional, transparan, dan akan diserahkan ke Oditurat Militer untuk segera disidangkan secara terbuka,” tegas Mayjen Yusri.
Sebagai langkah pengamanan, para tersangka akan dititipkan di ruang tahanan Super Security Maximum Pomdam Jaya.
Perbedaan Data Pelaku dengan Polda Metro Jaya
Menariknya, terdapat perbedaan data mengenai jumlah dan identitas eksekutor antara pihak TNI dan Polri. Sebelumnya, Polda Metro Jaya melalui rekaman CCTV mengidentifikasi dua orang terduga eksekutor berinisial BHC dan MAK.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin, menunjukkan foto wajah pelaku yang terekam jelas di kamera pengawas. Menanggapi hal ini, Ketua Kompolnas Choirul Anam menilai transparansi melalui bukti CCTV sangat penting agar masyarakat bisa mengukur objektivitas penyidikan.
“Kepolisian berbasis CCTV, dan itu adalah bukti objektif yang sangat kuat. Siapa pun di balik peristiwa ini, jika faktanya kuat, harus diproses secara maksimal,” kata Anam.







Komentar