Upacara HUT RI Ke-81, Wali Kota Bekasi Tekankan Pentingnya Menjaga Lingkungan dan Kerukunan

Pemerintahan12 Dilihat

BeTimes.id — Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tingkat Kota Bekasi Tahun 2026 berlangsung khidmat di Alun-alun M. Hasibuan, Jalan Pramuka, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (17/8).

Dalam amanatnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai momentum kemerdekaan dengan memperkuat semangat kebersamaan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Tri, Kota Bekasi merupakan rumah bersama yang dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Karena itu, kerukunan dan toleransi menjadi modal penting dalam menjaga suasana kota agar tetap aman, nyaman, dan kondusif.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi bagaimana kita meneruskan perjuangan itu dengan menjaga persatuan, kerukunan dan kebersamaan di Kota Bekasi. Kita harus saling menghargai dan menjaga lingkungan tempat kita tinggal,” ujar Tri.

Ia menegaskan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah. Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong berbagai upaya penanganan sampah, termasuk mengawal Proyek Strategis Nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Bantargebang.

“Kita juga menghadapi persoalan besar dalam pengelolaan sampah. Kota Bekasi terus mengawal Proyek Strategis Nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Bantargebang. Namun, teknologi tidak akan cukup kalau dari rumah kita masih membuang sampah sembarangan atau membakar sampah sembarangan,” jelasnya.

Tri menekankan bahwa penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga. Masyarakat diharapkan memiliki kedisiplinan untuk memilah sampah sejak dari rumah dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

“Sampah ini persoalan kedisiplinan kita sendiri. Mari kita mulai dari rumah, dari lingkungan kita. Pilah sampah, manfaatkan bank sampah, dan jangan membuang sampah sembarangan. Sampah yang kita pilah dapat dimanfaatkan kembali, baik menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi maupun untuk kebutuhan lainnya,” tuturnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan kegiatan bank sampah di lingkungan masing-masing. Sampah organik maupun anorganik yang telah dipilah dapat dikelola dan dimanfaatkan, termasuk untuk kebutuhan pangan ternak serta didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai manfaat.

Selain persoalan lingkungan, Tri kembali mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan sebagai bagian dari semangat kemerdekaan. Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi akan berjalan lebih baik apabila seluruh masyarakat mampu menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan yang saling menghargai.

“Mari kita jaga Kota Bekasi ini bersama-sama. Jaga kebersihannya, jaga lingkungannya, dan yang tidak kalah penting, jaga kerukunan kita. Karena kota yang maju bukan hanya dibangun dengan infrastruktur, tetapi juga dengan masyarakat yang peduli, rukun dan saling menghargai.” tutupnya (Adv/Dis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *