BeTimes.id– Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah I menggelar Gebyar Sumpah Pemuda di Aula Bambu Apus, Gedung Serbaguna Blok C, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan kreativitas, melestarikan budaya, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Gebyar Sumpah Pemuda tersebut diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), pendidikan khusus, sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK). Para siswa menampilkan beragam karya dan keterampilan yang dikembangkan di sekolah masing-masing.
Mengusung tema “Semangat Sumpah Pemuda, Lestarikan Budaya dan Rawat Bumi Melalui Gerakan Pilah, Pilih dan Olah Sampah di Sekolah”, kegiatan ini juga mendorong penerapan kebiasaan mengurangi dan mengolah sampah sejak dini.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Gebyar Sumpah Pemuda memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan inovasi yang selama ini dikembangkan di sekolah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin agar semakin banyak siswa memperoleh kesempatan untuk menampilkan hasil karya sekaligus mengembangkan potensi mereka.
“Ini sangat kami apresiasi sebagai wadah bagi siswa-siswa yang sudah berkreativitas di sekolah masing-masing untuk bisa ditampilkan. Ini menunjukkan bahwa siswa-siswa di Jakarta Timur tidak kalah dengan siswa-siswa di kota besar lainnya,” kata Munjirin.
Selain menampilkan karya seni dan budaya, para siswa memperlihatkan berbagai inovasi yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan pemanfaatan sumber daya. Sejumlah karya memanfaatkan barang bekas serta mengolah hasil pertanian dan peternakan menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Dalam kesempatan tersebut, Munjirin juga menekankan pentingnya keterlibatan sekolah dalam mendukung pengurangan sampah melalui pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan di kalangan siswa.
“Kalau sekolah sudah melaksanakan pemilahan dan pengolahan sampah, ini sangat mengurangi volume sampah. Siswa yang sudah memahami kegiatan pengurangan sampah juga diharapkan bisa menerapkannya di rumah maupun di lingkungannya,” jelasnya.
Ia berharap para siswa dapat menjadi duta lingkungan di keluarga masing-masing dengan mengajak orang tua dan anggota keluarga membiasakan pemilahan sampah serta mengurangi sampah yang dibuang.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur juga akan terus memantau pelaksanaan pemilahan dan pengolahan sampah di sekolah maupun di wilayah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kebiasaan mengelola sampah secara bertanggung jawab dan mendukung upaya pengurangan sampah secara berkelanjutan. (ralian)
