BeTimes.id– Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar melalui Sosialisasi Program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba) Angkatan Pertama di Aula H. Agus Salim, SMAN 113 Jakarta, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Kegiatan yang diinisiasi Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol) Jakarta Timur itu dibuka Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto. Sosialisasi diikuti 95 peserta yang merupakan perwakilan dari 16 sekolah di wilayah kerja Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Kombespol Almaz B. Arrasuli dan motivator H. Hadis Saja.
Dalam sambutannya, Kusmanto menekankan pentingnya Program Sekolah Bersinar untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan ancaman peredaran gelap narkoba.
Menurutnya, edukasi sejak dini diperlukan agar para pelajar dapat fokus menuntut ilmu dan terhindar dari pengaruh narkotika yang berpotensi merusak masa depan.
“Edukasi ini sangat krusial agar para pelajar yang sedang berjuang menuntut ilmu tidak terganggu, terpengaruh, maupun terseret dalam penyalahgunaan narkotika. Hal ini penting guna memastikan mereka dapat meraih cita-cita sesuai harapan orang tua dan para guru,” kata Kusmanto.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Suban Kesbangpol Jakarta Timur Eliazer Hutapea, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Horale Tua Simanullang, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto, Lurah Lubang Buaya Latiful Syamsi, Ketua FKKS Jakarta Timur H. Syamsul Bahri, serta Kepala SMAN 113 Jakarta Ismail.
Usai membuka sosialisasi, Kusmanto bersama jajaran melanjutkan kegiatan dengan memanen terung dan sayuran hasil urban farming serta ikan nila di lingkungan SMAN 113 Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Kusmanto juga mengapresiasi kesiapan dan dukungan SMAN 113 Jakarta terhadap program berwawasan lingkungan dalam rangka mendukung penilaian Adipura.
Menurutnya, sekolah tersebut telah menerapkan sejumlah praktik pengelolaan lingkungan, di antaranya pemilahan sampah, pertanian perkotaan (urban farming), dan budidaya perikanan.
Kusmanto berharap berbagai kegiatan tersebut terus dikembangkan sebagai sarana edukasi sekaligus pembekalan keterampilan praktis bagi para siswa.
“Dengan adanya variasi kegiatan seperti urban farming dan pengelolaan sampah, para pelajar tidak merasa jenuh dalam menjalani proses belajar mengajar harian, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang sehat, terampil, dan berwawasan lingkungan,” tutup Kusmanto.
Melalui Program Sekolah Bersinar yang dipadukan dengan kegiatan edukasi lingkungan, Pemkot Jakarta Timur mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda yang bebas dari narkoba serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. (ralian)
