Edukasi Pemilih Pemula, Walikota Jakarta Timur Buka Kegiatan Demokrasi di Museum Perjalanan Pemilu

​BeTimes.id– Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, membuka kegiatan Peningkatan Kapabilitas Demokrasi sekaligus menyambut 80 pelajar SMA/SMK se-Jakarta Timur di Kantor Sekretariat KPU Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Kamis (29/10).

​Kedatangan para pemilih pemula ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan penjelajahan perdana ke Museum Perjalanan Pemilu, museum pemilu pertama di Indonesia yang berlokasi di Jakarta Timur. Bagi para pelajar, kunjungan tersebut memberikan pengalaman berharga yang membuka wawasan tentang perkembangan sistem demokrasi di Tanah Air dari masa ke masa.

​Dzakwan Mahib, siswa SMAN 36 Jakarta, mengaku pemikirannya menjadi jauh lebih terbuka setelah melihat langsung rekam jejak penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

​“Pemikiran kita jadi lebih terbuka. Pemilu ternyata sudah berjalan sangat lama dan banyak perubahan yang bisa kita pelajari. Hal ini bisa menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pemilu ke depan agar jauh lebih baik,” ujar Dzakwan.

​Antusiasme serupa dirasakan Abdilah dari SMK Angkasa 1 Halim Perdanakusuma dan M. Umar Karim dari SMAN 14 Jakarta. Keduanya mengaku bangga bisa menjadi bagian dari generasi muda pertama yang menyaksikan sejarah kepemiluan secara interaktif.

​Museum Perjalanan Pemilu hadir sebagai ruang edukasi strategis yang merangkum kisah panjang demokrasi Indonesia sejak Pemilu 1955 hingga era modern berbasis teknologi informasi. Sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan wadah representatif untuk merawat warisan sejarah tersebut.

​Museum ini mengusung visi sebagai pusat pelestarian nilai-nilai sejarah kepemiluan guna memperkuat karakter nasionalisme generasi muda. Melalui pendekatan interaktif—yang memadukan fungsi pendidikan, penelitian, dan rekreasi—berbagai artefak, dokumentasi, serta narasi visual disajikan untuk memudahkan pengunjung memahami dinamika regulasi dan kelembagaan pemilu.

​Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, berharap ilmu dan pengalaman berharga yang diperoleh para siswa dapat disebarluaskan ke lingkungan sekolah masing-masing.

​“Mudah-mudahan dengan diundangnya sekitar 80 perwakilan siswa ini, mereka mendapatkan bekal keilmuan tentang kepemimpinan demokrasi dan bisa menularkannya kepada teman-teman lain di sekolah,” tutur Munjirin.

​Melalui sinergi lintas sektor, keberadaan Museum Perjalanan Pemilu diharapkan terus berkembang menjadi pusat pembelajaran demokrasi yang berkelanjutan sekaligus pendorong lahirnya generasi muda yang sadar politik dan berintegritas. (ralian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *