Bupati  Bekasi Asep: Kerukunan, Toleransi Sebagai Modal agar Daerah Tetap Aman, Damai dan Kondusif

Bupati Bekasi dr Asep Surya Atmaja ketika menghadiri kegiatan Pesta Puncak Tahun Transformasi, Pembangunan, Gotilon, dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 HKBP Lippo Cikarang Ressort Lippo Cikarang, di Gedung Graha Tiara Cikarang,

BeTimes.id– Keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga, dan sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Bekasi yang terus berkembang, sehingga kerukunan, toleransi, dan persaudaraan menjadi modal penting  menjaga agar daerah  tetap aman, damai, dan kondusif.

Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja,mengatakan hal itu ketika menghadiri Pesta Puncak Tahun Transformasi, Pembangunan, Gotilon, dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 HKBP Lippo Cikarang Ressort Lippo Cikarang, di Gedung Graha Tiara Cikarang,  Minggu (1/11).

Karena itu, Asep mengajak seluruh keluarga besar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Lippo Cikarang untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta membangun persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Dikatakan,  perayaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, mempererat persaudaraan, sekaligus memperbarui semangat pelayanan kepada sesama. Kabupaten Bekasi merupakan rumah besar bagi masyarakat dari berbagai suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan dalam keberagaman.

Ditegaskan, keberagaman masyarakat harus menjadi kekuatan  membangun kebersamaan, bukan menjadi alasan terjadinya perpecahan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas keagamaan, diharapkan dapat terus berkontribusi menjaga persatuan dan keharmonisan di lingkungan masing-masing.

Bupati juga mengajak keluarga besar HKBP Lippo Cikarang untuk terus menjadi bagian dari upaya tersebut melalui pelayanan, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan dengan masyarakat sekitar.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk terus mengayomi seluruh umat beragama, menghormati kebebasan beribadah sesuai ketentuan yang berlaku, serta memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan Kabupaten Bekasi tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Semangat persaudaraan dan saling menghormati menjadi landasan penting dalam mewujudkan daerah yang aman, damai, dan sejahtera.

“Saya percaya, Kabupaten Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera hanya dapat kita wujudkan apabila seluruh elemen masyarakat berjalan bersama, saling menghormati, dan saling mendukung,” katanya.

PCNU Kabupaten Bekasi bukan sekadar prosesi seremonial maupun ikrar organisasi, melainkan amanah besar untuk melanjutkan perjuangan para ulama dalam menjaga agama, umat, dan daerah.

KH Enjuk mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan yang dinilainya sebagai momentum penting bagi keberlanjutan perjuangan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bekasi.

“Alhamdulillah adalah kalimat terindah yang kami ucapkan pada siang yang berkah ini. Kita berkumpul di tempat yang berkah ini dalam rangka menyaksikan satu prosesi yang sakral buat kami. Ini merupakan amanah yang sangat berat yang harus kami emban,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga tugas utama yang menjadi landasan perjuangan PCNU Kabupaten Bekasi ke depan. Pertama, Himayatud Din, yakni menjaga dan mempertahankan agama. Kedua, Himayatul Ummah, yaitu menjaga umat agar tetap berada dalam tuntunan ajaran Islam.

Ketiga, Himayatud Daulah, yakni turut menjaga Kabupaten Bekasi agar terus berada dalam nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

“Pelantikan ini bukan hanya sekadar ikrar, tetapi merupakan sambung sanad perjuangan PCNU Kabupaten Bekasi dalam rangka menjalankan tiga tugas utama, yaitu Himayatud Din, Himayatul Ummah, dan Himayatud Daulah,” tegasnya.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat partisipasi dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas, serta pelaku seni budaya dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Desa Wisata Kampung Ciranggon, Ijaz Alhadi, mengatakan pagelaran seni budaya tersebut menampilkan berbagai kesenian tradisional, mulai dari tari-tarian hingga pencak silat sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan menjaga warisan budaya kepada masyarakat luas.

Ia menjelaskan, sejak diresmikan sekitar empat tahun lalu, Desa Wisata Kampung Ciranggon terus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Di antaranya destinasi wisata Kampung Tilu dan Saung Tepian yang menawarkan suasana wisata alam serta kuliner khas pedesaan.

“Berdasarkan aktivitas transaksi para pedagang, Kampung Ciranggon setiap pekannya dikunjungi sekitar 5.000 orang. Tingginya kunjungan tersebut turut memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pedagang lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekuatan Desa Wisata Kampung Ciranggon terletak pada keterlibatan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas pertanian sekaligus mengembangkan usaha perdagangan dan jasa wisata. Hamparan persawahan, kehidupan petani, serta budaya gotong royong menjadi karakter yang terus dipertahankan.

“Melalui pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal, masyarakat sekitar diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus meninggalkan identitas budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun,” terangnya. (*/hem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *