Menlu Sugiono: Keikutsertaan Indonesia dalam BoP untuk Kemerdekaan Palestina dan Solusi Dua Negara

Nasional58 Dilihat

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa Board of Peace kini telah resmi menjadi badan internasional yang memiliki tugas spesifik. Badan ini bertanggung jawab untuk memonitor administrasi, stabilisasi, dan upaya rehabilitasi di Gaza secara khusus, serta di Palestina secara umum. Pembentukan BoP merupakan hasil dari tekad bersama komunitas internasional untuk terlibat lebih konkret dalam mencapai perdamaian berkelanjutan.

Proses pembentukan BoP melibatkan serangkaian pertemuan dan dialog intensif antarnegara, yang berpuncak pada kesepakatan. Momentum penting penandatanganan piagam Board of Peace terjadi dalam sebuah pertemuan di Sharm El Sheikh, Mesir. Ini menandai dimulainya fase baru dalam penanganan pascakonflik di wilayah tersebut.

Kehadiran BoP diharapkan dapat memberikan kerangka kerja yang terkoordinasi dan efektif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua upaya yang dilakukan pascakonflik di Gaza berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Palestina. Badan ini menjadi platform penting untuk kolaborasi internasional.

Komitmen Indonesia dan Dukungan Internasional

Indonesia memandang partisipasi dalam Board of Peace sebagai langkah yang sangat penting dan konsisten dengan kebijakan luar negeri. Sejak awal, Indonesia selalu menunjukkan kepedulian tinggi terhadap perdamaian dan stabilitas internasional, terutama terkait situasi di Palestina. Bergabungnya Indonesia dalam BoP menegaskan kembali posisi tersebut.

Meskipun proses pembentukan badan ini berlangsung relatif cepat, Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan untuk bergabung setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis. Keputusan ini juga didasarkan pada konsultasi intensif dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York, menunjukkan pendekatan yang hati-hati dan terencana.

Komentar