“Kemudian ada juga yang berpindah ke segmen mandiri, dari 13 juta yang kita nonaktifkan itu berpindah ke segmen mandiri. Jadi artinya ini sebenarnya penonaktifan yang pas, yang tepat ini, sehingga mereka mampu secara mandiri,” ujarnya.
Dia melanjutkan, ada yang langsung diambil alih oleh pemda bagi daerah yang telah UHC, yang sudah Universal Health Coverage. Jadi otomatis seluruh warganya itu sudah dibiayai APBD mereka.
Sekjen PBNU itu mengatakan penonaktifan PBI bukan berarti pengurangan kuota. Namun, realokasi kepada warga yang lebih memenuhi kriteria.Misalnya, kata dia, Dalimin dari desil 10 dan Jamhuri dari desil 7.
Kemudian, direalokasi kepada Apendi desil 1.”Jadi ini adalah kita alihkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria sesuai dengan alokasi yang kita miliki,” ujarnya.Lebih lanjut, Gus Ipul mengusulkan untuk memperluas lokasi pengajuan reaktivasi PBI.
Hal itu, menurutnya, untuk mempermudah masyarakat melakukan reaktivasi.”Upaya-upaya perbaikan dan percepatan, satu, menambahkan desa atau kelurahan sebagai tempat reaktivasi.






Komentar