Selama ini kita reaktivasinya itu hanya berada di Dinsos, ada protes terlalu jauh dan lain sebagainya,” ujarnya.
Dikatakan, BPJS, Kemensos dan Kemenkes akan berkolaborasi untuk percepatan proses reaktivasi. Dia mengatakan reaktivasi otomatis dilakukan kepada 106 ribu penderita penyakit kronis.
“Reaktivasi otomatis kepada 106.000 penderita penyakit katastropik atau kondisi kesehatan serius, mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan jangka panjang seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal yang dinonaktifkan, agar layanan kesehatan tidak terganggu dan dapat melakukan reaktivasi menyusul,” tuturnya.
Menurut Gus Ipul, Kemensos terus mendorong pemda untuk aktif dalam pemutakhiran DTKS, pengusulan maupun reaktivasi bansos. (ralian)






Komentar