Antisipasi Konflik Iran, Mendag Segera Kumpulkan Eksportir Bahas Potensi Gangguan Ekspor dan Impor

Nasional93 Dilihat

BeTimes.id– Menteri Perdagangan Budi Santoso berencana menggelar pertemuan strategis dengan para pelaku usaha dalam negeri membahas potensi gangguan aktivitas ekspor dan impor nasional.

Langkah ini untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran terhadap stabilitas perdagangan internasional Indonesia.

Budi menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengkaji sedalam apa pengaruh konflik tersebut terhadap kinerja perdagangan nasional.

Namun, ia menekankan bahwa pembahasan lebih mendalam perlu dilakukan langsung bersama para pelaku usaha, khususnya eksportir.

“Kami tentu melakukan antisipasi. Rencananya besok kami akan bertemu dengan para eksportir untuk mengidentifikasi hambatan apa saja yang muncul dan di mana titik masalahnya,” ujar Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/3).

Hingga saat ini, pemerintah belum dapat memastikan besaran potensi penurunan nilai ekspor akibat konflik tersebut. Meski kajian awal telah dilakukan bersama Badan Kebijakan Perdagangan (BK Perdag), hasilnya masih bersifat sementara.Budi juga belum memerinci jenis komoditas atau produk spesifik yang terdampak.

Ia berharap ketegangan di kawasan tersebut segera mereda agar tidak memberikan tekanan lebih besar terhadap perdagangan global maupun domestik.“Kajian dengan BK Perdag sudah ada, namun kami tetap membutuhkan masukan dari pelaku usaha di lapangan sebelum mengambil kesimpulan pasti,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai bahwa meningkatnya eskalasi di Iran berisiko mengganggu perekonomian global.”Dampak yang paling nyata tentu pada pasokan minyak,” kata Airlangga.

Selain sektor energi, Airlangga menyoroti sektor transportasi dan logistik yang rentan terdampak jika konflik berkepanjangan.

Gangguan pada jalur pelayaran dan distribusi barang dikhawatirkan dapat memperlambat arus perdagangan internasional sekaligus memicu lonjakan biaya pengiriman. (ralian)

Komentar