BeTimes.id– COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menegaskan komitmennya untuk menuntaskan permasalahan finansial yang menjerat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).
Salah satu fokus utamanya adalah kerugian sebesar Rp 1,6 triliun yang dialami WIKA akibat keterlibatan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
“Ya, itu salah satu contohnya. Masalah-masalah lama ini akan kita bereskan. Ke depan, mereka (BUMN Karya) tidak akan lagi terlibat dalam proyek kereta api karena tidak sejalan (in-line) dengan inti bisnis mereka,” ujar Dony saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4).
Dony menjelaskan bahwa pembenahan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, tidak hanya di permukaan. Ia mencontohkan beban pengerjaan proyek kereta api yang juga bersinggungan dengan PT Bukit Asam dan beberapa perusahaan lain. “Ini semua sedang kita rapikan satu per satu,” imbuhnya.
Langkah Konsolidasi Besar-besaran
Selain WIKA, Danantara tengah melakukan langkah strategis di berbagai lini BUMN, antara lain restrukturisasi Direksi dengan melakukan perubahan jajaran direksi di PT Pos Indonesia.







Komentar