Berdasarkan data BPBD NTT, jumlah kerusakan bangunan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan laporan situasi pada 15 Agustus 2026. Pada laporan sebelumnya, BPBD mencatat 1.639 rumah rusak. Dalam dua hari, angka tersebut melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi 7.968 unit.
Kenaikan serupa terjadi pada fasilitas umum dan infrastruktur, dari yang sebelumnya tercatat 163 unit melesat menjadi 744 unit.
Menurut Mahadin, lonjakan data kerusakan ini terjadi seiring makin meluasnya jangkauan pendataan di berbagai wilayah terdampak, seperti Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan Sikka.
“Tim di lapangan terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang terdampak. Kami ingin memastikan data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan,” pungkasnya. (ralian)
