Kemensos Salurkan Bantuan Darurat Bencana NTT Senilai Rp 14 Miliar

Nasional28 Dilihat

BeTimes.id–Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan penanganan darurat senilai lebih dari Rp 14 miliar untuk korban bencana gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan keterbukaan alokasi dana bantuan tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

“Per hari ini sudah ada Rp 14 miliar lebih dukungan yang diberikan dari Kementerian Sosial. Karena ini adalah uang rakyat, maka kami sampaikan rinciannya,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul merinci, nilai bantuan tersebut diberikan dalam sejumlah jenis bantuan, yakni beras, sembako, perlengkapan pengungsi, santunan ahli waris, hingga santunan korban luka.

Beras reguler 48 ton senilai Rp 627.0000; sembako 7.500 paket senilai Rp 2.250.000.000; butterstock logistik Rp 4.518.328.378; santunan ahli waris untuk 70 jiwa (15 juta) Rp 1.050.000.000; santunan korban luka (5 juta) untuk 199 orang Rp 995.000.000; serta pembangunan dapur umum Rp 5.167.610.000.

“Jadi ada tujuh dapur umum yang didirikan. Di antaranya adalah di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul melanjutkan, bantuan untuk korban jiwa dan korban luka masih akan terus diperbarui jika adanya penambahan data dari Tim Gabungan.

“Sampai sekarang kita terus bekerja sama di daerah bersama dengan kementerian-kementerian yang lainnya,” ucapnya.

Kerusakan rumah warga hingga fasilitas public

Sementara itu, data Kemensos juga mencatat per hari ini total sebanyak 12.153 rumah warga yang terdampak.

“Ada 6.578 rumah rusak berat, 1.660 rusak sedang, dan 3.915 rumah rusak ringan,” jelasnya.

Kemudian, ada 264 fasilitas pendidikan terdampak, 83 fasilitas kesehatan terdampak—terdiri dari 9 rumah sakit dan 74 puskesmas.

Bukan hanya itu, tercatat 116 fasilitas umum juga mengalami kerusakan, satu gudang Bulog ikut terdampak, satu pasar terdampak, 157 rumah ibadah, 171 unit kantor, 7 fasilitas irigasi, dan 5 jembatan terdampak. (ralian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *