Acara pembinaan dan pembekalan, lanjut Sahat, diawali dengan Ibadah Pembukaan dan Pengantar dari Ketua Pengurus.
Sahat menyampaikan bahwa ada lebih kurang 8000 orang penatua di seluruh Indonesi yang perlu penyegaran atau dibekali pengetahuan dan pemahaman tentang pelayanan ibadah, agenda liturgi tata aturan organisasi, keuangan dan Renstra GKPI.
Pelaksanaan pembinaan diawali Sesi Pertama dengan tema ”Penatua Dalam Alkitab”, dengan fasilitator Bishop GKPI Pdt.Dr. Humala Lumban Tobing.
Pdt. Humala menyampaikan bahwa Penatua adalah ujung tombak atau garda terdepan dalam pelayanan ditengah-tenggah jemaat.
Selanjutnya, Sesi kedua mengenai “Pengaturan Pelayan Gereja dalam Tata Gereja (TG) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) GKPI” oleh fasilitator Pnt.Dr.Sahat HMT Sinaga, yang juga Ketua Pengurus IAS.
Selanjutnya, sesi ketiga “Renstra GKPI dan Pengelolaan Keuangan” oleh fasilitator pengurus IAS Prof. Dr. Dearlina Sinaga.
Sesi keempat dengan tema “Agenda Liturgi” oleh fasilitator yang juga Ketua Komisi Theologi GKPI Pdt.Dr. Anwar Tjen.
Acara pembinaan yang ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta ini diharapkan mampu memperkuat kualitas kepemimpinan di tingkat jemaat dan resort GKPI secara berkelanjutan. (ralian)
.







Komentar