BeTimes.id– Polsek Pasar Minggu menyelidiki dugaan kasus penipuan dengan modus lowongan kerja (loker) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan me minta keterangam empat calon korban dan mengumpulkan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).
Pengusutan ini berawal dari unggahan di media sosial yang menyoroti sebuah rumah kantor (rukan) di kompleks ruko Jalan Raya Pasar Minggu. Kantor tersebut diduga meminta sejumlah uang kepada para pelamar kerja dengan iming-iming pekerjaan.
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Theodorus Echeal Setiyawan, mengonfirmasi bahwa jajarannya sudah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
“Kami sudah ke TKP kemarin bersama anggota lapangan dan Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu. Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti di sana,” ujar Theodorus dalam keterangannya, Jumat (4/9).
Meski proses penyelidikan tengah berjalan, Theodorus mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan polisi (LP) resmi dari para korban. Oleh karena itu, polisi membawa empat calon korban ke Mapolsek Pasar Minggu untuk dimintai keterangan awal.
“Kami sudah melakukan interogasi awal. Di mana hal tersebut tidak ada namanya Polsek Pasar Minggu menerima laporan polisi, belum ada. Kami mau ambil keterangan awalnya dulu,” tuturnya.
Ia menambahkan, keterangan resmi dari pihak korban sangat diperlukan untuk mendalami dugaan praktik penipuan tersebut secara menyeluruh. Pihak kepolisian berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik jika ditemukan fakta baru di lapangan.
Lebih lanjut, Polsek Pasar Minggu mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap penawaran lowongan kerja yang meminta pembayaran uang di muka.
“Jangan pernah percaya terhadap bujuk rayu yang menjaminkan suatu pekerjaan dengan mengeluarkan uang sebagai tanda jadi. Terbuka lebar untuk para korban atau calon korban, silakan datang kemari,” imbau Theodorus.
Kasus dugaan penipuan bermodus loker palsu tercatat bukan pertama kalinya terjadi. Kejadian serupa sebelumnya juga pernah mencuat di beberapa wilayah lain, seperti Tebet, Bekasi, hingga Duren Sawit, Jakarta Timur. (ralian)
