Ahok: Pengangkatan Direksi Pertamina Langsung di-Bypass oleh Menteri BUMN

Nasional50 Dilihat

BeTimes.id– Dalam persidanganMantan Komisaris Utama (Komut) Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok
mengungkap beberapa temuan penyimpangan saat menjabat Dewan Komisaris. Ahok mengatakan penyimpangan itu di antaranya peningkatan kuota impor minyak mentah dan impor produk kilang.

Mulanya, jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Ahok terkait penyimpangan yang pernah diidentifikasi. Jaksa meminta Ahok menjelaskan maksud penyimpangan berupa peningkatan kuota impor minyak mentah dan impor produk kilang.

“Nanti saya singkat aja, ringkas, di antaranya adalah saya mau mulai dari poin A ini, adanya peningkatan kuota impor minyak mentah dan impor produk kilang. Itu frasa itu yang saya garis bawahi ya. Bisa dijelaskan lebih lanjut apa sih yang terjadi di sana sehingga Saudara mengidentifikasi ini selaku penyimpangan?” kata jaksa, dalam persidangan dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Selasa (27/1).

Sementara itu, Ahok mengatakan, ketika ada laporan tender aditif untuk blending di kilang itu bermasalah untuk Patra Niaga.

“Saya lupa waktu itu untuk Pertamax Turbo atau apa gitu loh. Nah, di situlah kita periksa, kita panggil, periksa, kenapa bisa terjadi gitu loh. Nah, itu yang kita lakukan. Karena ada laporan, terus kami juga temukan ada pengadaan itu berapa PT itu, satu PT diganti nama. Makanya itu juga kami sampaikan,” ujar Ahok.

Komentar