Penumpang Serbu Bus Trans Wibawamukti Imbas Perjalanan KRL Dihentikan Sementara

Uncategorized25 Dilihat

Lonjakan penumpang terjadi secara signifikan di titik pemberhentian bus Trans Wibawamukti kawasan Stasiun Cikarang

BeTimes.id– Lonjakan penumpang terjadi secara signifikan di titik pemberhentian bus Trans Wibawamukti kawasan Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, karena dihentikannya sementara perjalanan KRL. 

Sejak pagi hingga siang hari antrean panjang terlihat mengular, bahkan hingga keluar area halte, seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang beralih moda transportasi.

Gangguan operasional tersebut akibat dampak dari kecelakaan kereta api yang terjadi pada malam sebelumnya di wilayah Bekasi Timur, yang menyebabkan terganggunya layanan Commuter Line di lintasan tersebut.

Kepadatan penumpang yang sebagian besar merupakan pekerja dan pelajar yang hendak beraktivitas seperti biasa. Banyak di antara mereka yang mengaku terpaksa mencari alternatif transportasi agar tetap dapat mencapai tujuan tepat waktu.

Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Firman Arief Sembada, membenarkan adanya peningkatan jumlah penumpang yang cukup drastis di titik pemberhentian Trans Wibawamukti Stasiun Cikarang.

“Pantauan situasi terkini dari titik pemberhentian bus Trans Wibawamukti Stasiun Cikarang menunjukkan adanya antrean panjang dan kepadatan penumpang yang terjadi dari pagi hingga siang ini. Fenomena ini terjadi akibat ditiadakannya jadwal perjalanan KRL di Stasiun Cikarang, sehingga banyak masyarakat yang memilih beralih dari moda KRL atau Commuter Line ke moda transportasi bus Trans Wibawamukti,” ujarnya, Selasa (28/4).

Kondisi ini merupakan imbas langsung dari tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi semalam di Stasiun Bekasi Timur. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan pada sisi operasional kereta, tetapi juga berimbas pada meningkatnya beban layanan transportasi darat lainnya.

“Semua ini adalah dampak dari kecelakaan kereta api yang terjadi semalam. Kami melihat adanya pergeseran pengguna moda transportasi secara mendadak, sehingga terjadi lonjakan penumpang pada layanan bus,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi terus melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik strategis, khususnya di area dengan potensi kepadatan tinggi seperti Stasiun Cikarang. Koordinasi juga dilakukan dengan operator Trans Wibawamukti untuk memastikan layanan tetap berjalan dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan dalam menggunakan transportasi umum. Kami juga terus berupaya agar pelayanan tetap optimal di tengah kondisi yang terjadi saat ini,” tegasnya.

Sejumlah penumpang berharap agar layanan KRL dapat segera kembali normal, mengingat moda tersebut masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya dalam beraktivitas sehari-hari.

Kondisi di titik pemberhentian Trans Wibawamukti Stasiun Cikarang masih terpantau padat. Antrean penumpang terlihat terus bergerak, meski dalam tempo yang relatif lambat akibat tingginya jumlah pengguna jasa transportasi.

Situasi ini menjadi gambaran nyata bagaimana gangguan pada satu moda transportasi dapat berdampak luas terhadap sistem mobilitas masyarakat. Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan pun diharapkan dapat terus sigap dalam mengantisipasi kondisi serupa ke depan, guna menjaga kelancaran dan kenyamanan layanan transportasi publik di Kabupaten Bekasi. (***) 

Komentar