DPC PDI Perjuangan Jaktim Gelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Tuntut Penuntasan Hukum Aktor Intelektual

Politik18 Dilihat

BeTimes.id– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Jakarta Timur menggelar acara “Refleksi 30 Tahun Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli” (Kudatuli) di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Jaktim, Jalan H. Naman, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (26/7) malam.

Acara bertema “Menegakkan Jalan Demokrasi Rakyat Wujudkan Sosialisme Indonesia” tersebut dimulai pukul 20.00 WIB di Aula Bung Karno. Ratusan kader yang terdiri dari jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC), Pengurus Ranting se-Jakarta Timur, hingga sesepuh partai tampak memadati lokasi.

Rangkaian kegiatan diisi dengan orasi kebangsaan, testimoni tokoh, pembacaan puisi, pemutaran film dokumenter, serta malam renungan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jaktim, Dwi Rio Sambodo, menegaskan bahwa peristiwa Kudatuli yang terjadi pada 27 Juli 1996 bukan sekadar luka partai, melainkan luka kolektif bangsa yang harus diselesaikan melalui keadilan hukum.

“Sudah 30 tahun berlalu, namun aktor intelektual di balik rekayasa politik dan penyerangan kantor DPP PDI masih belum tersentuh hukum. Nasib korban yang hilang juga belum terungkap,” ujar Rio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *