Tirai Gelap di Lantai 21: Jejak Ratusan Ekspatriat Operator Judi di Hayam Wuruk

Hukum21 Dilihat

BeTimesid– Di siang yang terik, Sabtu (9/5), kawasan perkantoran Hayam Wuruk yang biasanya sibuk dengan urusan legal, tiba-tiba dikepung aparat.

Di lantai 20 dan 21 sebuah gedung tinggi di sana, polisi menemukan sebuah “pabrik digital” yang dijalankan 321 warga negara asing. Tidak ada tumpukan berkas kantor pada umumnya, yang ada hanyalah barisan monitor, deru mesin pendingin, dan ratusan jemari yang sibuk mengoperasikan situs judi online.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, berdiri di tengah kepulan debu sisa penggeledahan. Ia memastikan bahwa langkah hukum tidak akan berhenti pada para operator yang tertunduk lesu.”Kami berkomitmen untuk membuka itu semua seluas-luasnya,” tegas Wira.

Tatapannya tajam menyapu ruangan. “Artinya, kita tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik gedung, termasuk siapa yang menyewa, sampai dengan mereka yang menyediakan peralatan.”Siasat Dua Wajah Penyelidikan mengungkap sebuah pola hidup yang rapi. Para pelaku, yang mayoritas berasal dari Vietnam (228 orang) dan Tiongkok (57 orang), menjalankan skema dua wajah.

Mereka tidak tinggal di kantor. Untuk menghindari kecurigaan tetangga, mereka menyebar di berbagai hunian dan apartemen di sekitar gedung.

Komentar