Batal Pindah Massal ke Vietnam, Dua Pabrik Komponen Jepang di Jatim Hanya Relokasi Lini Produksi Kecil

Bisnis77 Dilihat

BeTimes.id– Dua pabrik komponen otomotif asal Jepang yang tergabung dalam Yazaki Group, yakni PT JAI di Pasuruan dan PT SAI di Mojokerto, dipastikan batal memindahkan basis produksinya secara besar-besaran ke Vietnam.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa kedua produsen tersebut semula berencana merelokasi sekitar 50% lini produksinya. Namun, rencana tersebut berhasil ditekan setelah adanya dialog intensif antara pihak manajemen dan serikat pekerja.

“Yang rencananya besar-besaran, hingga 50%, itu tidak jadi. Hanya 3 sampai 5 lini produksi saja yang akhirnya dipindahkan ke Vietnam,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Minggu (28/6/2026).

Terkait dampak penyesuaian ini terhadap nasib karyawan, Said Iqbal memastikan tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Berdasarkan rencana bisnis perusahaan (business plan) hingga tahun 2030 yang telah dipaparkan kepadanya, pengurangan karyawan hanya akan terjadi secara alamiah.

“Sampai tahun 2030, kalaulah terjadi perampingan jumlah karyawan, itu terjadi secara alamiah. Yaitu karyawan-karyawan kontrak yang habis masa kontraknya, tidak diperpanjang lagi,” jelas Said.

Kendati demikian, Said menambahkan bahwa kebijakan pemutusan kontrak tersebut belum bersifat final. Jika permintaan pasar dari mitra utama seperti Toyota Group dan pabrikan mobil lainnya kembali meningkat, perusahaan membuka peluang untuk tetap memperpanjang kontrak kerja para karyawan tersebut.

Secara kumulatif, perampingan alamiah ini diproyeksikan akan mengurangi sekitar 20% hingga 30% dari total jumlah karyawan yang ada saat ini hingga tahun 2030 mendatang. (Ralian)

Batal Pindah Massal ke Vietnam, Dua Pabrik Komponen Jepang di Jatim Hanya Relokasi Lini Produksi Kecil

BeTimes.id– Dua pabrik komponen otomotif asal Jepang yang tergabung dalam Yazaki Group, yakni PT JAI di Pasuruan dan PT SAI di Mojokerto, dipastikan batal memindahkan basis produksinya secara besar-besaran ke Vietnam.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengungkapkan bahwa kedua produsen tersebut semula berencana merelokasi sekitar 50% lini produksinya.

Namun, rencana tersebut berhasil ditekan setelah adanya dialog intensif antara pihak manajemen dan serikat pekerja.

“Yang rencananya besar-besaran, hingga 50%, itu tidak jadi. Hanya 3 sampai 5 lini produksi saja yang akhirnya dipindahkan ke Vietnam,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Minggu (28/6).

Terkait dampak penyesuaian ini terhadap nasib karyawan, Said Iqbal memastikan tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Berdasarkan rencana bisnis perusahaan (business plan) hingga tahun 2030 yang telah dipaparkan kepadanya, pengurangan karyawan hanya akan terjadi secara alamiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *