BeTimes.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sebanyak 7.968 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 7 hingga Senin (17/8).
Selain pemukiman warga, sebanyak 744 fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur juga dilaporkan rusak.
“Sampai dengan Senin kemarin, jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit,” ujar Kepala BPBD NTT, Mahadin Sibarani, dalam laporannya yang diterima di Kupang, Selasa (18/8).
Mahadin menjelaskan, angka tersebut merupakan hasil pendataan sementara dan masih berpotensi berubah seiring proses verifikasi yang dilakukan tim di lapangan.
“Pendataan kerusakan masih terus dilakukan di kabupaten terdampak. Angka ini merupakan data yang sudah masuk dan diverifikasi sampai batas waktu pelaporan,” tambahnya.
