Kepala Dinas Pariwisata Kota Bekasi Mengakui Akses Jalan Menuju Curug Parigi Ditutup

Peristiwa435 Dilihat

BeTimes.id – Kepala Dinas Pariwisata Kota Bekasi Tedi Hafni, mengakui bahwa akses jalan menuju Curug Parigi yang ada di Kelurahan Cikiwul Kecamatan Bantargebang ditutup pemilik lahan.

“Tentunya ini kita akan melakukan kordinasi dengan pemilik lahan dan masyarakat sekitarnya,” kata Tedi, Senin (1/7/2019).

Ia berharap kedepannya Curug Parigi dapat menjadi destinasi pariwisata yang ada di Kota Bekasi. Walaupun lanjut dia, untuk saat ini pihaknya tersendat dan terkendala untuk akses masuk ke wilayah tersebut.

Menurutnya, persoalan ini bukan hanya tanggung jawab dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang mana peran serta masyarakat serta pihak swasta pemilik lahan tersebut dibutuhkan.

“Kedepannya Curug Parigi dapat menjadi destinasi pariwisata yang kita inginkan. Kita juga masih banyak yang kami pikirkan, terutama akses jalan masuk menuju lokasi wisata,” katanya.

Bahwa sebelumnya, destinasi Wisata Curug Parigi digadang-gadang menyerupai air terjun Niagara di luar negeri.

Sayangnya, jalur untuk menuju lokasi tersebut telah ditutup sebuah perusahaan. Infonya, akses jalan yang menuju lokasi wisata tersebut merupakan milik perusahaan swasta.

Pantauan bekasitimes.id akses jalan yang tinggal selangkah lagi menuju lokasi wisata telah tertutup dengan sebuah pagar seng besi.

Selain itu, sebelah sisi kiri dan kanan jalan area lahan tersebut juga telah berdiri tembok setinggi dua meter, tepatnya didepan pintu masuk area wisata terlihat sebuah papan bertuliskan bahwa lahan tersebut milik PT Peni Jaya Hirabaja.

Kuswara Fernanda, warga Tanggerang yang ingin mengetahui melihat secara dekat merasa kecewa saat sampai di lokasi wisata tersebut. Alasannya, hanya papan penutup jalan yang ia dapatkan ketika sampai di lokasi wisata.

Sementara itu Iwan Setiawan ketua RT setempat, menuturkan, bahwa penutupan akses jalan menuju wisata Curug Parigi telah ditutup oleh pihak perusahaan sejak sepuluh bulan lalu.

Dirinya lanjut Iwan, merasa kecewa dengan penutupan tersebut. Alasannya, lokasi tersebut merupakan kebanggaan warga sekitar untuk mampu menghidupkan perekonomian masyarakat setempat. (tgm)

Komentar