Perbup Bekasi Syaratkan Industri Serap Tenaga Kerja Lokal 

Peristiwa327 Dilihat

KABUPATEN Bekasi dikenal sebagai daerah industri terbesar di Indonesia, dengan ribuan pabrik kecil hingga besar, baik perusahaan lokal maupun asing dengan serapan tenaga kerja   cukup besar yang datang dari berbagai daerah. Namun, melihat masih tingginya angka pengangguran di daerah yang dikenal sebagai lumbung padi Jawa Barat ini, sehingga  Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi perlu mengantisipasinya dengan membuat Peraturan Bupati (Perbup).

 

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja

Hanya sekitar 3 minggu setelah dilantik jadi Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja  langsung membuat terobosan baru dengan Peraturan Bupati (Perbup). Perbup Bekasi nomor 09 tahun 2019 memprioritaskan tenaga kerja lokal, sehingga bisa mengurangi pengangguran di daerah yang berbatasan dengan ibu kota Jakarta ini. Kesempatan kerja seluas-luasnya bagi tenaga kerja lokal sesuai tuntutan masyarakat selama ini. Maka diharapkan agar para pengusaha merespon kebijakan itu.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja ketika melakukan sosialisasi Perbup tentang Kesempatan Kerja  di Hotel Le Primiera, Kawasan Delta Mas, Cikarang Pusat, Selasa (2/7), berharap agar semua pihak mendukungnya.  Perbup ini diharapkan bisa menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan di daerah industri terbesar di Indonesia ini. Ini sejalan dengan program unggulan Pemkab Bekasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam sosialisasi itu, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja pada saat sosialisasi tersebut yang didampingi  Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi Edi Rohyadi bertatap muka dengan sejumlah pengusaha  industri di Delta Mas, Cikarang.

Selain pemenuhan tenaga kerja bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, Bupati mengatakan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan seperti pemenuhan pendidikan, kesehatan, pelayanan publik dan nfrastruktur.

Ditambahkan, tahun 2018 sekitar 1 juta lebih tenaga kerja yang sudah terserap di 10 Kawasan industri di Kabupaten Bekasi. Diharapkan, dengan sosialisasi dan silaturahmi ini, ada  kontribusi pengusaha  untuk menyerap tenaga kerja lokal.

Dengan jalinan komunikasi yang baik antara Pemkab Bekasi, pengusaha sebagai pelaku industri bisa lebih baik lagi di masa mendatang. Sehingga, mampu menyelesaikan target penyerapan tenaga kerja sebagaimana diharapkan.

“Komunikasi yang baik, diharapkan mampu mewujudkan penyerapan tenaga kerja menyusul 1 juta tenaga kerja yanh sudah terserap,” kata mantan Wakil Bupati Bekasi ini.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ini  menambahkan, saat ini masih banyak masyarakat  yang belum mendapatkan pekerjaan akibat kurangnya kesempatakan. Tetapi dengan adanya Perbup ini, diharapkan pada tahun berikutnya penyerapan tenaga kerja bisa maksimal.

Bupati mengungkapkan, bahwa Kabupaten bekasi merupakan  daerah Industri terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Sehingga menjadi magnet tersendiri bagai investor untuk datang, dan telah mampu menyumbang 34,46 persen penanaman modal Nasional maupun asing, serta 22 persen produk ekspor Nasional.

Sesuai data BPS Sakernas Tahun 2018, di mana dari Jumlah Penduduk Usia Kerja di di daerah ini 2.652.913 orang,   jumlah Angkatan Kerja sebanyak 1.630.423 atau sebesar 61,46%. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.472.432 jiwa atau sebesar 90.31% telah bekerja, namun masih ada 156.991 jiwa atau sebesar 9,69% penduduk Kabupaten Bekasi yang berusia produktif belum bekerja.

Pihaknya melakukan sosialisasi yang kedua kalinya, dan direncanakan akan dilakukan di delapan kawasan industri, kata Eka.

Pada saat pertemuan dan sosialisasi pertama sudah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 523 orang dan ke depannya diharapkan akan semakin baik. “Pengusaha kita wellcome sekali terhadap warga yang memiliki kemampuan kerja. Dalam pertemuan pertama di Kawasan Industri MM 2100, respon dari pengusaha sampai mendapat 523 lowongan pekerja,” ungkap Eka.

Bupati  bersama dengan para pengelola kawasan Delta Mas, kemudian Bupati meninjau Japan School dan ke kawasan Pabrik Mitsubishi Krama Yudha di Kawasan GIC Deltamas. (hem)

 

Komentar