Pamdemi Covid-19, PDI Perjuangan akan Menggelar Bulan Bung Karno Secara Daring 

Politik299 Dilihat

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sedang memberikannketerangan Pers lewat Telekonfrensi.(foto:istimewa)

BeTimes.id-Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akan memperingati hari bulan Bung Karno pada bulan Juni mendatang.

Dalam keterangan persnya lewat teleconfrensi Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan pada 1 Juni diperingati lahirnya Pancasila, 6 Juni 1901 lahirnya Soekarno, dan 21 Juni 1970 berpulangnya Soekarno.

Dalam keterangan tertulis yang ditanda-tangani Ketua Djarot Saiful Hidayat dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Rabu (27/5), menyebutkan seluruh kegiatan bulan Bung Karno tahun 2020 di tengah Pandemi Covid-19 ini akan digelar  secara daring melalui teleconfrence,  webinar,  dan utilisasi seluruh sosial media.

“PDI Perjuangan akan mengambil thema Bung Karno Bapak Bangsa,”kata Hasto.

Hasto menuturkan, thema ini mengangkat benang merah sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia  yang di dalam setiap momemtum penting, dan selalu hadir sosok Bung Karno.

Dimulai dengan menjadi anggota aktif Trikoro Darmo, yang kemudian menjadi jong Java, pendiri Perserikatan Nasional Indonesia yang kemudian berubah  nama menjadi Partai Nasional Indonesia pada tanggal 4 Juli 1927; pembentukan  Permufakatan Perhimpunan Politik kebangsaan Indonesia, yang mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan kesatuan para tokoh kemerdekaan sehingga di perhimpunan tersebut  bergabunglah PNI, Partai Islam, Budi Utomo,  Pasundan,  Sarekat Sumatera, Perserikatan Selebes, kaum Betawi,  dan Lain-lain.

“Demikian halnya kepeloporan Bung Karno yang melahirkan seluruh konsepsi tentang dasar dan tujuan bernegara, pandangan hidup dan jiwa bangsa Indonesia yakni Pancasila yang jika diperas menjadi satu,adalah gotong royong,”tandas Hasto.

Puncaknya adalah pada Proklamasi 17 Agustus 1945 dimana Bung Karno sebelum membacakan teks proklamasi  dengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan  Indonesia tersebut sebagai momentum bagi bangsa dan seluruh tanah air Indonesia untuk berani meletakan nasib bangsa dan negaravl di tangan sendiri.

“Sebab hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan kita sendiri akan menjadi bangsa yang berdiri dengan kuatnya,”ucap Hasto.(Ralian)

Komentar