Bupati Bekasi Dukung Rencana Pembangunan Bendungan Kali Bekasi

Peristiwa215 Dilihat

Betimes.id-Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengadakan pertemuan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS ) Ciliwung Cisadane, terkait upaya  pengendalian banjir di wilayah yang dipimpinnya di Ruang Rapat Bupati, Rabu (4/11).

Pertemuan itu,  juga dihadiri  Sekretaris Daerah Uju, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dedy Supriadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air,  Bina Marga dan Bina Konstruksi Iwan Ridwan, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Peno Suyatno.

Kedatangan pihak BBWS Ciliwung Cisadane ke Pemkab Bekasi untuk memaparkan rencana pembangunan Bendungan Narogong Kali Bekasi sepanjang 33 kilometer dan panjang tanggul 50 kilometer, di  Kota dan Kabupaten Bekasi  di titik pertemuan Sungai Cikeas, Cileungsi, dan Kali Bekasi. Proyek di tahun 2021 dengan total pengerjaan lahan 98 hektar, termasuk di dalamnya Kecamatan Babelan, Tambun Utara, Sukawangi, dan Tambelang.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mendukung rencana pembangunan bendungan tersebut.  Dan  berharap komunikasi antara Pemkab Bekasi dengan BBWS Ciliwung dapat berjalan dengan lancar.  “Diharapkan ke depannya terus berkomunikasi  terkait pembangunan itu, agar diketahui apa saja yang harus dilakukan antara Pemkab dengan BBWS, agar kita dapat mempersiapkan pembebasan lahan dan anggarannya,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Bekasi mengatakan telah memberikan instruksi kepada seluruh Camatagar dapat mengantisipasi banjir di wilayah masing-masing, terutama di wilayah padat penduduk.  “Terkait pengendalian banjir di Kabupaten Bekasi, para Camat  diminta untuk antisipasi banjir karena sudah musim penghujan, karena wilayahnya padat penduduk, aliran sungai juga harus banyak penataan,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Uju mengatakan dibutuhkan sinergitas berbagai pihak dalam pengerjaan proyek ini. “Terima kasih sudah merencanakan pengerjaan ini, karena sebagai hilir mendapat kiriman air dan sampah dari hulu, juga mendapat dorongan dari laut. Terkait pembebasan lahan, kami harus kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan meminta bantuan dari provinsi. Dari BBSW juga mohon sekiranya nanti dapat bersinergi dan diharapkan nanti akan ada taman juga, sehingga menjadi lebih indah dan ada estetikanya,” ungkapnya. (hms/hem)

Komentar