Bagikan berita kami:

BeTimes.id-Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonenesia (DPR RI) Akbar Tanjung mengatakan, Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga di dunia, disamping India dan Amerika Serikat. Negara menganut demokrasi adalah suatu yang positif dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur.

Dikatakan, dengan sistem demokrasi maka Indonesia dapat mewujudkan kesejahteraannya. Pasalnya, negara demokrasi menghargai akan perbedaan dan menerima seluruh elemen masyarakat baik berbeda suku, agama dan antar golongan.

Akbar mengutarakan, pada 23 Juli 1973 berdirinya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) adalah dengan tujuan menuju Indonesia yang dicita-citakan. Diakui Akbar, perbedaan di Indonesia adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari sehinga berdirinya KNPI adalah karena diperlukan sebuah cita-cita bersama dalam mewujudkan Indonesia sejahtera.

“Indonesia yang dicita-citakan adalah masyarakat adil dan makmur sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, ” kata Akbar dalam sambutan duskusi Webinar “Refleksi Kebangsaan dalam Memperingati 76 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, dan Peluncuran E-Book Memoar Amir Liven Sirair Sirait bertajuk “Hanya Karena Kasih Karena Kasih Karunia”, Jakarta, Selasa (17/8).

Hadir dalam diskusi, tokoh sepuh GAMKI yang juga pensidiri KNPI Amir Liven Sirait Sirait, dan Ketua MPO GAMKI Michael Wattimena. Diskusi webinar dipandu Agustinus Jojo Raharjo.

Lebih lanjut, mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu mengatakan, bahwa perbedaan tidak dapat dinafikan dalam setiap masyarakat di Indonesia. Akbar beralasan, Al-Quran pun mengakui akan perbedaan dalam dunia.

“Perspektif Islam manusia diciptakan berlaksa-laksa dan bersuku-suku, karena itu saling menghormati dan saling menghargai. Walau pun kita berbeda tapi menjadi satu,”ujar Akbar.

Akbar juga mengatakan, di tengah pandemi covid-19 ini diperlukan kebersamaan untujk saling bersatu mengatasi masalah persoaoan kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat mampu keluar dalam krisis pandemi tersebut.

Sementara, dari Fransisco, Amerika Serikat, Michael Wattimena mengapresiasi akan peluncuran buku tokoh sepuh GAMKI yang juga salah satu KNPI Amir Liven Sirait. Menurutnya, buku biografi Amir dalam bentuk E-book sangat bermanfaat bagi generasi muda dikalangan pemuda gereja, khususnya GAMKI.

Di samping itu, dalam buku Amir memaparkan sejarah perjalanan KNPI dimana Amir Sirait muda ketika berkecimpung di wadah kepemudaan.

“Bukunya sangat inspiratif,” ujar Michael. (Ralian)


Bagikan berita kami:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *