Oleh karena itu, Dewan Pendidikan mengambil peran untuk menjembatani perusahaan-perusahaan yang ingin membantu sekolah di Kabupaten Bekasi, ketika usulan-usulan bangunan banyak yang tidak teralokasi atau terakomodir APBD dan APBN.
“Dinas Pendidikan diharapkan menggandeng Dewan Pendidikan dan steholder lainnya seperti DPRD, Pengusaha, Praktisi Pendidikan, Kepala sekolah untuk duduk bersama dalam sebuah Pokja sehingga semua informasi, masukan dan proposal bisa satu pintu. Kalaupun sudah ada Forum CSR di Bappeda, Pokja CSR Pendidikan ini tetap harus dibentuk dan Dinas Pendidikan sebagai leading sector-nya,” imbuhnya
Ia mengajak semua stekholder untuk menghidupkan kembali dan mengembangkan program bapak asuh satu perusahaan satu sekolah atau one factory one school (OFOS) untuk dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi .
“Dan untuk para pengusaha di Kabupaten Bekasi, sudah semestinya bahkan berkewajiban membantu kebutuhan masyarakat khususnya dunia pendidikan dan tidak akan ada ruginya membina satu sekolah untuk satu perusahaan,” terangnya. (***)











Komentar