Reflesi Awal Tahun YPDT- BC, Mantan Ketum PGI: Bencana Alam di Sumatera Dibutuhkan Pertobatan Ekologis

Nasional170 Dilihat

Puncak acara ditandai dengan pernyataan sikap bersama antara YPDT dan BC.a

Ketua Umum YPDT, Maruap Siahaan mendesak agar pemerintah menutup secara permanen PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Perusahaan tersebut dituding bertanggung jawab atas kerusakan 55 sungai dan 3.039 anak sungai di daerah tangkapan air Danau Toba.

​”TPL hanya berganti baju dari Indorayon, namun tetap menjalankan praktik eksploitasi yang merugikan flora, fauna, dan masyarakat adat,” ujar Maruap.

Merujuk pada rentetan konflik di Natumingka dan Sihaporas sebagai bukti nyata dampak sosial dari keberadaan korporasi tersebut.

Maruap mengatakan, curah hujan ekstrem akibat Siklon Senyar hanyalah pemicu teknis.

Dia mengatakan, akar masalah sebenarnya adalah kehancuran hutan di hulu dan konversi daerah tangkapan air menjadi lahan sawit serta pertambangan.

“Toba Pulp Lestari harus ditutup selamanya, bukan sementara. Jika hanya sementara, sejarah akan berulang dan publik akan kembali dibohongi,” ujar dia.

​Selain TPL, refleksi ini juga menyoroti kerugian finansial akibat bencana yang mencapai Rp 77,4 triliun, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status Bencana Nasional agar pemulihan infrastruktur dan aktivitas ekonomi warga dapat segera tertangani. (ralian)

Komentar