Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Nasional181 Dilihat

BeTimes.id– Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung atas wafatnya mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Senin (2/3) siang.

Mantan Wakil Presiden itu, wafat pada usia 90 tahun. Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat.

Profil dan Karier Militer
Lahir di Surabaya pada tahun 1935, Try Sutrisno merupakan tokoh bangsa yang mengawali pengabdiannya melalui jalur militer. Beliau adalah lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat tahun 1959 dengan penugasan pertama sebagai Komandan Ton Zipur di Kodam IV/Sriwijaya.

Karier militernya terbilang sangat cemerlang dengan menduduki berbagai posisi strategis, di antaranya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), sejak 1986–1988. Kemudian, Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI): 1988–1993

Dalam kehidupan pribadi, beliau menikah dengan Tuti Sutiawati pada tahun 1961 dan dikaruniai tujuh orang anak.

Puncak karier politiknya tercapai ketika beliau terpilih sebagai Wakil Presiden RI melalui Sidang Umum MPR untuk masa bakti 1993-1998, mendampingi Presiden Soeharto. Setelah menyelesaikan masa jabatannya, posisi beliau kemudian digantikan B.J. Habibie melalui Sidang Umum MPR 1998.

Penghormatan Terakhir dan Hari Berkabung Nasional Sebagai bentuk penghormatan setinggi-tingginya atas jasa almarhum, pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh pelosok tanah air.

Berdasarkan surat edaran nomor B-02/M/S/TU.00.00/03/2026, pemerintah menetapkan ketentuan sebagai berikut, yakni Pengibaran Bendera Setengah Tiang, yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 2 hingga 4 Maret 2026.

Instruksi ini ditujukan kepada seluruh pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, hingga kepala perwakilan RI di luar negeri sebagai bentuk duka cita mendalam bangsa Indonesia atas kepergian sang jenderal bersahaja tersebut. (ralian)

Komentar