BeTimes.id– Yayasan Forum Adil Sejahtera (YFAS) menggelar peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (8/3). Mengusung tema “Give To Gain”, acara ini menghadirkan Ketua Yayasan Rumah Anak Mandiri, Susi Rio Panjaitan, sebagai pembicara utama.
Dalam paparannya, Susi menjelaskan bahwa IWD telah diakui secara resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sejarahnya bermula pada awal abad ke-20 dari gerakan buruh di Amerika dan Eropa, yang kemudian diusulkan oleh Clara Zetkin dalam Konferensi Perempuan Sosialis Internasional tahun 1910.
PBB baru meresmikannya pada tahun 1975, dan diperingati secara luas mulai 1977 sebagai Tahun Perempuan Internasional.Di Indonesia, Susi menyebutkan beberapa tokoh pelopor perjuangan perempuan, antara lain R.A. Kartini, adalah Pejuang pendidikan dan kesetaraan berpikir.
Dewi Sartika, dikenal Pendiri sekolah khusus perempuan pertama di Bandung. Selanjutnya, Maria Walanda Maramis, dikenal Penggerak hak sosial dan pendidikan perempuan di Minahasa.
Susi menegaskan bahwa eksistensi perempuan saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang, bukan hasil instan.”Modal perjuangan bukan sekadar kecantikan, melainkan tangisan dan kegigihan. Sayangnya, kerap kali perempuan hanya dilihat dari performa atau sekadar ‘pemanis’ ketimbang kapasitas dan kemampuannya,” ujar Susi.










Komentar