Akibat Proyek Kereta Api Cepat Whoosh, WIKA Rugi Rp 1,6 Triliun

Nasional511 Dilihat

selain itu, lanjut Dony, melakukan konsolidasi Logistik dengan menyatukan 15 perusahaan logistik di bawah naungan BUMN.

Lebih lanjut dia mengatakan, akan mengalihkan seluruh anak perusahaan Danareksa ke Asset Management (DAM) pada minggu ini untuk memastikan Danareksa menjadi entitas yang bersih (clean).

Beban Berat WIKA di Proyek Whoosh
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, kondisi finansial WIKA memang cukup memprihatinkan. Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 9,7 triliun sepanjang 2025, membengkak signifikan dibandingkan kerugian tahun 2024 yang mencapai Rp 2,33 triliun.

Salah satu faktor utama pembengkakan kerugian ini adalah porsi kepemilikan saham WIKA sebesar 33,36% di PT Pilar Sinergi BUMN (PSBI)—pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Sebagai pemegang saham sekaligus pelaksana proyek, WIKA harus menanggung beban kerugian yang cukup besar.

Data Kerugian WIKA dari PSBI, pada tahun 2024: Rugi sebesar Rp 1,57 triliun, dan tahun 2025, yakni Rugi meningkat menjadi Rp 1,66 triliun.

Komentar