Ahmad Sahroni Diperas Pegawai KPK Gadungan di Gedung DPR, Pelaku Minta Rp 300 Juta

Hukum157 Dilihat

Di hadapan Sahroni, pelaku secara lisan meminta uang Rp 300 juta dengan dalih sebagai “uang dukungan” untuk kegiatan pimpinan KPK.

Merasa ada yang janggal, Sahroni tidak langsung memberikan uang tersebut melainkan langsung menghubungi pihak KPK untuk verifikasi.”Dia berani sekali, langsung ngomong minta 300 juta buat dukungan kegiatan pimpinan. Karena curiga, gue ‘landain’ (tangani dengan tenang) tapi gue tanya langsung ke KPK. Ternyata mereka bukan orang KPK,” tegasnya.

Sahroni juga meluruskan simpang siur narasi yang menyebut pemerasan tersebut terkait pengurusan perkara. Ia menegaskan bahwa pelaku murni mencatut nama pimpinan untuk meminta uang operasional fiktif.”Tidak ada urusan perkara. Dia datang langsung nyebut minta uang Rp 300 juta atas nama pimpinan KPK. Jadi tidak ada urusan membantu perkara apa pun,” tambah politisi Partai NasDem tersebut.

Setelah mendapat laporan, tim gabungan Polda Metro Jaya dan KPK bergerak cepat. Empat pelaku berhasil diringkus di wilayah Jakarta Barat, Kamis (9/4) malam.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa dalam penangkapan tersebut petugas menyita barang bukti berupa uang tunai senilai USD 17.400 atau sekitar Rp 270 juta.”Oknum ini mengaku diutus pimpinan KPK. Diduga, aksi permintaan uang dengan modus serupa bukan pertama kalinya dilakukan para pelaku. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap pihak yang menjanjikan pengaturan perkara dengan mengatasnamakan KPK,” pungkas Budi Prasetyo.

Komentar