Membedah Hoaks ‘Tamparan’ di Lingkungan Istana: Kopassus Pastikan Soliditas Negara Tak Tergoyahkan

Peristiwa480 Dilihat

BeTimes.id– Di era digital yang serba cepat, sebuah narasi bohong bisa menjalar seperti api di padang rumput kering. Itulah yang terjadi ketika sebuah kabar miring menyeret nama petinggi Korps Baret Merah, Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi.

Isu liar yang menyebut sang jenderal menampar seorang staf protokoler Istana mendadak riuh di jagat maya, menciptakan riak kegaduhan yang segera diredam oleh pihak militer.Kopassus melalui Penerangan Kopassus (Penkopassus) bergerak cepat memadamkan api fitnah tersebut.

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram @penkopassus Selasa (21/4), institusi elit TNI AD ini dengan tegas membantah narasi yang beredar.“Waspada, sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana. Narasi ini mengeklaim adanya keributan antara Pangkopassus dan pihak protokoler,” tulis keterangan resmi tersebut sembari menyematkan label merah bertuliskan Hoaks dan Fake News pada tangkapan layar konten yang viral.

Jejak Digital yang Menyesatkan.

Awal mula kegaduhan ini terlacak dari sebuah unggahan di platform media sosial Threads oleh akun @retailman69. Meski saat ini akun tersebut telah lenyap dari peredaran, bayang-bayang narasi yang menyebut Letjen Djon Afriandi melakukan tindakan fisik terhadap pihak protokoler Istana sudah terlanjur meluas dan menjadi konsumsi publik.

Bagi Kopassus, informasi ini bukan sekadar gosip media sosial biasa. Ada indikasi kuat bahwa narasi ini dirancang secara sistematis oleh pihak tertentu untuk menciptakan keretakan di antara institusi negara.“Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid. Informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara,” tegas Penkopassus dalam rilisnya.

Komentar