Di Brawijaya, Merajut Kembali Tenun Kebangsaan yang Sempat Terkoyak

Politik54 Dilihat

Jacky bukanlah orang baru dalam urusan konflik. Jejak langkahnya di tanah Maluku saat konflik membara puluhan tahun silam adalah saksi bisu betapa mahalnya harga sebuah kesalahpahaman.

Ia memahami betul bahwa pelintiran kata bisa menjadi sumbu yang membakar emosi massa.

Belajar dari Luka Masa LaluDalam suasana yang akrab dan tertutup, Jacky mengingatkan kembali pada memori kelam Ambon dan Poso.

Ia menegaskan bahwa menjadikan agama sebagai alat kekerasan adalah sebuah pengkhianatan terhadap nilai ketuhanan itu sendiri.”Tidak mungkin manusia berkonflik, lalu meminta Tuhan terlibat di dalamnya. Itu bertentangan dengan nilai luhur agama mana pun,” tambahnya.

Baginya, agama harus kembali pada khitahnya: sebagai agen perdamaian. Hadirnya tokoh-tokoh seperti Din Syamsuddin sosok yang bersama JK merajut Perjanjian Malino, seolah mempertegas pesan malam itu, bahwa sejarah perdamaian bangsa ini dibangun dengan dialog, bukan provokasi.

Komentar