BeTimes.id– Suasana di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, mendadak riuh pada Jumat (24/4). Ratusan advokat dari berbagai penjuru tanah air berkumpul, menandai dimulainya Musyawarah Nasional (Munas) IV Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).
Di bawah tema besar “Satu KEAI dan DKPB, Menuju Standar Profesi yang Tunggal”, Munas kali ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan medan laga bagi masa depan organisasi advokat terbesar di Indonesia tersebut.
Sidang pleno resmi dibuka dengan dipimpin Muhammad Daud Berueh, S.H., didampingi jajaran pimpinan sidang lainnya seperti Hadiyana (DPC Sumatera), M. Bazri Hambakum (DPC Kabupaten Bogor), Christian G. Pioh, S.H., M.H., C.L.A., serta Ir. Anita Andriame, S.H., M.H. (DPC Jakarta Pusat).
Munas IV ini menjadi momen emosional sekaligus titik balik penting. Dr. Luhut Pangaribuan, sang petahana, dipastikan tidak akan mencalonkan diri kembali. Terbentur aturan AD/ART yang membatasi masa jabatan maksimal dua periode, Luhut kini bersiap menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan.
Namun, transisi kekuasaan ini tidak berjalan sunyi. Dua nama besar muncul ke permukaan: B. Halomoan Sianturi (Ketua DPC Peradi Jakarta Selatan) dan Fikri Assegaf (Wakil Ketua Umum DPN Peradi).






Komentar